Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 19:05 WIB

Sekretaris Basuki Divonis 5 Tahun Penjara

Oleh : Agus Irawan | Senin, 28 Agustus 2017 | 14:56 WIB
Sekretaris Basuki Divonis 5 Tahun Penjara
Direktur CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman, bersama stafnya Ng Fenny, yang juga menjadi terdakwa saat menjalani pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat juga menjatuhkan vonis 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair 2 bulan kurungan terhadap terdakwa Sekretaris Basuki pemilik CV Sumber Laut Perkasa Ng Feny.

Hakim majelis Ugo menyampaikan jika Basuki dan Ng Feny terbukti menyerahkan uang dengan jumlah USD 50 ribu kepada Kamaludin, orang dekat mantan hakim MK, Patrialis Akbar. Dana tersebut sebagai penangan kasus judicial review (JR) UU No 41/2014 tentang pertenakan dan kesehatan Hewan di MK.

Sementara itu, hakim menyebutkan dari total USD 50 ribu yang diserahkan kepada Kamaludin, USD 10 ribu, telah diberikan kepada Patrialis untuk biaya umroh.

"Jadi USD 10 ribu dari Kamaludin langsung diberikan kepada Patrialis untuk pergi umroh," kata hakim Ugo di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/8/2017).

Hakim Ugo mengungkapkan pemberian uang kepada Kamaludin dari Basuki dan Ng Feny sekitar pada 22 September 2016 di Pasific Place sebesar USD 20 ribu.

Kemudian pada 13 Oktober 2016 diberikan lagi sebesar USD 10 ribu di Hitel Mandarin Oriental Jakarta. Selanjutnya pada 23 Desember 2016 menyerahkan lagi sekitar USD 20 ribu di area parkiran Plaza Buaran sekitar pukul 17.00 WIB.

Ugo menyebutkan jika JR di MK dikabulkan, maka Basuki yang sebagai pengusaha impor daging akan diuntungkan.

"Soal keterangan yang satu dengan yang lain atas pemberian uang tersebut merupakan uang tersebut agar Kamaludin membantu mengenalkan Patrialis untuk membantu penanganan perkara JR di MK," ujar Ugo.

Namun untuk dana RP2 miliar yang ada di tuntutan jaksa yang dijanjikan Basuki untuk Patrialis tidak terbukti oleh majelis hakim, karena majelis menilai uang itu belum diberikan kepada Kamaludin meskipun sudah ditukarkan dari rupiah ke pecahan SGD.

"Karena terdakwa tidak mau memberikan kepada Kamaludin sebab faktanya JR tersebut tidak dikabulkan, Rp2 miliar yang sudah ditukarkan belum ada penyerahan kepada Kamaludin atau kepada Patrialis," ucapnya.

Sementara itu, vonis majelis hakim yakni hakim Narawi Pamolango, Hastono, Hariono, Ugo dan Titi Sansiwi. Putusan majelis hakim lebih rendah daripada tuntutan Jaksa KPK yang meminta Ng Feny divonis 10 tahun penjara dan enam bulan penjara dengan denda Rp250 juta subsidiar serta kurungan tiga bulan kurungan.[jat]

 
x