Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 03:41 WIB

Pesan Megawati untuk Masyarakat NTT

Oleh : - | Minggu, 27 Agustus 2017 | 12:57 WIB
Pesan Megawati untuk Masyarakat NTT
Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Kupang - Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpesan kepada masyaralat NTT harus berada di baris depan untuk mempertahankan ideologi Pancasila.

Sebab, Pancasila adalah dasar negara dan pemersatu serta perekat bangsa. Apabila ada pihak yang ingin mengubahnya, dia meminta masyarakat bersikap.

"Apabila ada orang yang ingin mengubah Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu serta perekat bangsa dengan nama lain, maka masyarakat NTT harus berada di baris depan untuk membela dan mempertahankan hingga titik darah penghabisan," kata Ketua Umum DPP PDI-P ini di Kupang, Sabtu (26/8/2017).

Hal ini disampaikan Mega saat berpidato usai menyaksikan pelantikan DPD Banten Muda Indonesia (BMI) NTT sebagai organisasi sayap Partai Banteng bermoncong putih itu.

Menurut Presiden ke-5 RI itu, alasan mengapa masyarakat NTT harus berada di baris terdepan, karena di Kabupaten Ende, Flores NTT-lah Bung Karno merefleksikan dan merumuskan sila demi sila hingga menjadi Pancasila.

Pada kesempatan itu katanya Megawati juga menyentil soal ideologi Pancasila yang saat ini mendapat tantangan yang cukup besar, meskipun sudah menjadi idiologi bangsa ini dan tidak boleh ada lagi yang mau merubahnya.

Setiap warga negara saat ini tidak boleh hanya sekedar menyebut cinta Pancasila dari mulut saja, tetapi harus disimpan dalam hati sanubari dan dipraktekannya dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Sebab menurut dia, Pancasila adalah alat pemersatu bangsa dan warga NTT harus menjaga karena Pancasila itu lahir di bumi NTT.

"Soekarno ketika dibuang ke Ende, Flores, melahirkan ide Pancasila itu. Walaupun ide itu muncul di bawah pohon sukun dan sudah mati sekarang, tetapi idiologi Pancasila tetap ada," katanya.

Pancasila itu perekat bangsa, jika ada yang mau merubah maka saya 100 persen tidak akan terima. "Anak bangsa jangan ada upaya tusuk dari belakang. Kita jangan bikin Indonesia seperti di Timur Tengah yang sampai sekarang dilanda peperangan yang tidak tahu kapan berakhir," katanya.

"Saya ajak kaum muda untuk mendalami idiologi Pancasila dengan baik dan benar. Pancasila harus diterima sebagai idiologi negara. Kaum muda harus menjunjung tinggi rasa merdeka," katanya. [tar]

 
x