Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 18:35 WIB

Pemicunya Diduga dari Sisa Api di Penggorengan

Oleh : - | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 09:57 WIB
Pemicunya Diduga dari Sisa Api di Penggorengan
(Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Mojokerto - Sebuah home industri penggorengan bawang di Dusun Mojoroto, Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jumat (25/8/2017) malam terbakar. Diduga titik asal kebakaran berasal dari api penggorengan yang tidak mati merata usai para pekerja beraktivitas.

Pemilik home industri penggorengan, Yusuf mengatakan, kemungkinan ada api sisa penggorengan yang tidak mati merata. "Karena tadi para pekerja pulang sudah kemalaman dari jam kerja biasanya, kemungkinana ada api yang belum mati merata," ungkapnya, Sabtu (26/8/2017).

Masih kata Yusuf, kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 22.30 WIB, Jumat malam. Namun ia tak mengetahui jika home industri penggorengan bawang miliknya terbakar. Korban mengetahui terjadi kebakaran saat lampu di rumahnya padam.

"Karena lokasinya berada di belakang rumah sehingga saya tidak tahu kalau terjadi kebakaran, tahunya ya saat lampu rumah padam. Saat mau saya nyalakan, tidak bisa, setelah itu baru saya cek ke lokasi penggorengan bawang ternyata ada kebakaran," katanya.

Korban dibantu warga berusaha memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya. Bahkan dua mobil tangki dihentikan warga untuk membantu proses pemadaman sebelum mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Petugas pemadam kebakaran bersama sejumlah potensi sukarelawan Kabupaten Mojokerto yang tiba di lokasi langsung melakukan pembasahan. Sedikitnya dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan.

"Api baru bisa dipadamkan sekira pukul 23.00 WIB, ada dua unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan. Sebelumnya, dibantu warga dan beberapa mobil tanki untuk memadamkan api," jelas Kasi Pelayanan dan Penanggulangan Bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto, Didik Soedarsono. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
x