Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 01:54 WIB

Buka IMSS

Wiranto: RI Komitmen Jaga Keamanan Maritim Global

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Kamis, 24 Agustus 2017 | 23:18 WIB
Wiranto: RI Komitmen Jaga Keamanan Maritim Global
Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Nusa Dua - Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto membuka acara Internasional Maritimo Security Sympoaium 2017 yang dihadiri 42 negara di Nusa Dua, Bali, Kamis 24 Agustus 2017.

Dalam acara yang mengambil tema "Maritimo Cooperation for Good Order at Sea" itu, Wiranto menegaskan jika Indonesia memiliki komitmen dalam menjaga keamanan maritim global.

Menurut Wiranto, di tengah situasi yang berpotensi menimbulkan konflik di wilayah maritim, maka dibutuhkan kerja sama yang baik antar-negara, khususnya angkatan laut.

Bahkan, ia melanjutkan, beberapa hal yang memerlukan kerja sama lintas negara di antaranya adalah dalam menangani kejahatan trans-nasional, terorisme, perdagangan orang, narkotika, ilegal fishing dan pembajakan.

"Kami komitmen untuk menjaga keamanan maritim global. Di tengah kerumitan keamanan penemuan minyak yang menyebabkan sengketa, transnational crime, terorism dan pembajakan, itu butuh kerja sama negara dan navy," ucap Wiranto, Kamis (24/8/2017).

Selain itu, sambung Wiranto, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus yakni pembajakan di Somalia dan teritorial Indonesia dan Filipina.

"Pembajakan hanya bisa dicegah dengan pendekatan teknologi, politik dan kerja sama multinasional, kerja sama mutual," ungkapnya.

Sementara, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Ade Supandi berharap dari simposium ini persoalan yang timbul di kawasan dapat terpecahkan.

"Kita berharap dengan simposium ini persoalan di regional bisa kita pecahkan. Program, rencana aksi di lapangan itu akan dibicarakan di sini," harapnya.

Meskipun simposium ini tak mengambil keputusan, namun ia optimistis pertemuan ini bisa memperkecil konflik dan menyelesaikan masalah yang timbul melibatkan beberapa negara.

"Meskipun simposium tidak mengambil keputusan, tapi nanti hasil ini akan diteruskan kepada masing-masing angkatannya," tandasnya.[jat]

Komentar

 
x