Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 19:06 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Jilid III Menyembul

Jokowi Harus Hati-hati Pilih Teman Koalisi

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 20 Agustus 2017 | 05:04 WIB
Jokowi Harus Hati-hati Pilih Teman Koalisi
Pengamat Politik Petrus Salestinus - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Politik Petrus Salestinus mengatakan Presiden Joko Widodo seharusnya berpikir, jika Reshuffle Kabinet Kerja Jilid III bergulir, ini harus menjadi perputaran menteri terakhir.

"Pasca Reshafle ke tiga ini tidak perlu lagi bongkar pasang kabinet kecuali dalam kondisi normal misalnya Menterinya berhalangan tetap atau karena persoalan hukum," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (19/8/2017).

Ia menjelaskan, masa kepemimpinan Jokowi tinggal tersisa dua tahun. Untuk itu Jokowi diimbau untuk tidak sembarang memilih teman koalisi yang bisa berujung pada konflik pengakomodasian kader parpol di dalam kabinet.

"Usia kepemimpinan periode pertama presiden tinggal dua tahun lagi maka Presiden Jokowi harus mulai hati-hati dalam memilih teman koalisi dan menampung kadernya dalam kabinet, agar tidak ada Partai Koalisi dan menterinya menancapkan kakinya pada dua tempat berbeda sehingga menciptakan peluang menggunting dalam lipatan," ulasnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan menggulirkan Reshuffle Kabinet Kerja Jilid III. Isu refhuffle ini sebelumnya sempat mencuat setelah pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta namun hingga kini belum kunjung terealisasi. Saat ini wacana ini kembali menyembul.

Beberapa menteri bahkan dikabarkan akan digeser ke pos lain. Diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani yang santer dikabarkan akan menggantikan Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian. Selain itu nama Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Rini Soemarno pun disebut-sebut bakal tergeser, meski belum diketahui akan menduduki posisi apa. [hpy]

 
x