Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 07:05 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Heli AW101 Penuh Kejanggalan

Oleh : - | Kamis, 17 Agustus 2017 | 19:45 WIB
Kasus Dugaan Korupsi Heli AW101 Penuh Kejanggalan
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai kasus dugaan korupsi Helikopter Agusta Westland (AW) 101 penuh kejanggalan. Bahkan, ia meragukan kerugian negara yang dituduhkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Pengusutan kasus pembelian Helikopter AW 101 memerlukan waktu yang panjang, apalagi BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) belum melakukan audit investigasi," kata Uchok di Jakarta, Kamis (17/8/2017).

Sementara Kuasa Hukum Marsekal Pertama TNI FA, Santrawan Paparang mengatakan penanganan kasus dugaan korupsi pembelian helikopter AW101 ini harus dimulai lewat penghitungan kerugian negara.

"Akan tetapi, mekanisme tak diterapkan dalam kasus helikopter AW 101. Maka, kasus ini terlalu dipaksakan padahal bukan tindak pidana korupsi," ujarnya.

Oleh karena itu, Paparang mempertanyakan motivasi Gatot yang menjadi orang pertama menyebut perkara pembelian heli AW 101 ini mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 220 miliar.

"Berdasarkan azas hukum actori incumbit probatio, maka Panglima TNI pada saat membuat laporan pidana di KPK dan Pom TNI wajib terlebih dahulu membuktikan kerugian negara berdasarkan dokumen audit investigatif dari BPK," ujarnya.[ris]

 
x