Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 19:50 WIB

Kapolri Optimistis RI Jadi Negara Super Power

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 16 Agustus 2017 | 20:03 WIB
Kapolri Optimistis RI Jadi Negara Super Power
Kapolri Jenderal Tito Karnavian - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Indonesia sangat bisa menjadi negara super power. Itu sudah berapa kali disampaikan mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Meski demikian, ia mengaku pendapatnya ini kerap menanggapi miring dan cenderung pesimis.

"Saya lihat komentar, saya menyampaikan bahwa Indonesia bisa menjadi negara super power, tapi banyak yang komentar pesimis, banyak omonglah," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/8/2017).

Ia menjelaskan, mimpi ini bukanlah omong kosong karena untuk menjadi negara super power dibutuhkan 3 unsur sebagai penopang utama. Tiga unsur itu adalah jumlah penduduk, luas wilayah dan sumber daya alam. Ketiganya dimiliki Indonesia.

"Intinya mimpi Indonesia jadi negara super power bukanlah omong kosong. Saya belajar waktu saya phd di Singapura bahwa negara yang bisa menjadi negara super power syaratnya tiga. Pertama populasi yang besar karena bisa menjadi angkatan kerja yang besar. Kedua sumber daya alam yang melimpah, untuk menjadi bahan baku dalam rangka untuk memutar mesin produksi yang masif. Ketiga mempunyai luas wilayah yang besar untuk mengamomodir mesin produksi yang masif tadi. Tiga nya dimiliki Indonesia. Hanya beberapa negara yang memiliki itu. China, India, Amerika, Rusia, Indonesia, Brasil, itu yang paling utama enam itu," tegas Tito.

Ia bahkan mencontoh sejumlah negara sekitar yang dianggap mampu tapi tidak bisa jadi negara super power seperti Singapura.

"Nah negara lain yang tidak memiliki tiga ini, tidak akan bisa menjadi negara super power. Contoh singapura, negara lebih sejahtera, tapi tidak akan pernah bisa mendominasi dunia karena sumber daya alam minim, populasinya 5 juta, itu angkatan kerja yang tidak besar, luas wilayah kecil juga. Ada negara luas wilayah besar, sda melimpah, australia, tapi populasinya hanya 20 juta saja, tidak bisa menjadi mesin produksi yang besar, sulit menjadi negara super power. Negara-negara super power misalnya, switzerland, negara super power harus memiliki mesin produksi yang besar, jadi saya mengatakan itu bukan tanpa dasar, ada landasan preferensinya," jelasnya.

Dalam menyambut HUT RI ke-72 menurut dia, ada beberapa nilai terpenting yang harus dilakukan Indonesia. Diantaranya, Indonesia harus terus menjadi bangsa yang bersatu. Sementara banyak negara lain seperti Yugoslavia, Suriah dan Irak semuanya pecah.

"Tapi indonesia masih mampu bersatu, ini menjadi modal yang penting bagi bangsa Indonesia untuk makin menjadi bangsa yang besar dan diperhitungkan dunia," ujar dia.

Tito mengingatkan bahwa Indonesia layak dan bisa menjadi bangsa yang besar layaknya negara adidaya lainnya.

"Mudah-mudahan dengan 72 tahun ini, solidaritas internal persatuan kesatuan bangsa kita akan makin kuat, sehingga kita bisa bersaing dengan bangsa lainnya untuk menjadi bangsa yang bisa mendominasi dunia," tandasnya. [ton]

 
x