Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:05 WIB

Dua Bidikan Pansus DPR untuk KPK

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 17 Agustus 2017 | 01:30 WIB
Dua Bidikan Pansus DPR untuk KPK
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membidik dugaan dua pelanggaran yang dilakukan KPK dalam pemberantasan korupsi. Dua hal itu bakal diungkap setelah DPR mulai memasuki masa sidang pada Rabu (16/8/2017) ini pasca reses selama dua pekan lebih.

Wakil Ketua Pansus Angket KPK DPR RI Masinton Pasaribu mengatakan hingga saat ini pihaknya telah mengidentifikasi dugaan pelanggaran yang dilakukan KPK dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. "Ada dua yang kita identifikasi atas dugaan pelanggaran yang dilakukan KPK adanya perekayasaan saksi palsu serta soal asset sitaan dalam kasus korupsi," ujar Masinton di sela-sela sidang paripurna DPR di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan mengatakan bila dugaan perekayasaan saksi terbukti dilakukan oleh KPK maka akan memberi dampak serius dalam proses peradilan. "Jika saksinya palsu, maka peradilannya juga akan sesat. Jika ini terbukti, maka ada unsur pidananya," sebut Masinton.

Masinton mengaku, dugaan perekayasaan saksi palsu salah satunya disampaikan oleh Niko Panji, saksi untuk kasus yang melilit mantan Ketua MK Akil Muchtar. Niko pernah hadir di Pansus Angket KPK pada 25 Juli 2017. Dalam keterangannya kala itu, Niko mengaku bila kesaksian dirinya diarahkan KPK. "Ada beberapa saksi lainnya yang direkrut untuk memberikan kesaksian palsu," cetus Masinton.

Adapun terkait aset sitaan dalam kasus korupsi, Masinton mengaku kepentingan Pansus Angket KPK untuk mengklarifikasi sejumlah aset sitaan yang belum dimasukkan dalam daftar Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). "Ada aset sitaan yang belum didaftar di Rupbasan," ungkap Masinton.

Saat ditanya ada berapa aset sitaan kasus korupsi yang belum masuk dalam daftar Rupbasan, Masinton enggan menjawabnya. Ia hanya merinci aset-aset tersebut di antaranya benda bergerak maupun benda tidak bergerak. "Salah satunya aset sitaan milik Nazarudin," beber Ketua Umum Repdem ini.

Sebelumnya, Pansus Angket KPK juga mendatangi "safe house" milik KPK yang diinformasi awal disampaikan Niko Panji saat diundang Pansus Angket KPK. Dalam kunjungan tersebut, Pansus Angket KPK menemukan "safe house" yang diklaim Niko sebagai rumah penyekapan bagi saksi KPK. Terkait dengan "Safe house" milik KPK yang diperuntukkan kepada saksi KPK, pihak KPK membantah bila rumah tersebut sebagai tempat penyekapan saksi KPK.

Komentar

 
Embed Widget

x