Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 03:33 WIB

Palestina Apresiasi Bantuan Kadin, TMP dan HIPMI

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 15 Agustus 2017 | 19:54 WIB
Palestina Apresiasi Bantuan Kadin, TMP dan HIPMI
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Taher Hammad - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Taher Hammad mengapresiasi penggalangan dana untuk Palestina yang dilakukan oleh tiga organisasi berbeda di Indonesia.

Ketiga organisasi itu adalah Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Taruna Metah Putih (TMP) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Acara penggalangan dana ini bertemakan "Bersatu Untuk Kemanusiaan Save Palestina." Acara dilaksanakan di Kunstrkring Paleis, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2017).

"Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Tentu saja rakyat Palestina mengucapkkan rasa syukur kepada rakyat Indonesia. Kegiatann ini juga sangat luar biasa, merupakan bentuk dari nilai-nilai kemanusiaan yang kasih sayang nyang nyata," ungkap Taher.

Taher juga kagum dengan keharmonisan antar-agama di Indonesia. Di Indonesia semua agama dan berbagai suku bisa bersatu sebab memiiki Bhineka Tunggal Ika. Hal ini juga terlihat dari ketiga organisasi ini yang para ketua umumnya berlainan latarbelakang dan agama.

"Kita juga ingin tegaskan bahwa persoalan di Palestina ini adalah persoalan kemanusiaan," ungkapnya.

Taher menjelaskan, bagi rakyat Palestina, rakyat Indonesia dikenal sebagai pejuang. Rakyat Indonesia juga dikenal di Palestina dengan berbagai keutamaan terutama kepedulian pada sesamnya.

Dalam acara ini terkumpul dana sekitar Rp2,2 miliar. Dana ini langsung diberikan oleh para ketua umum tiga organisasi yakni Kadin, TMPI, dan HIPMI secara transparan kepada Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Taher Hammad.

Sementara Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait mengatakan, TMP ikut menginisiasi acara ini karena TMP menolak segala jenis kekerasan dimanapun berada, baik terjadi di Indonesia maupun di belahan bumi lain. Karena itu juga, TMP menolak tindak kekerasan di Palestina.

"Masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan. Dan bangsa Indonesia adalah bangsa yang berprikemanusian," kata Maruarar.

Maruarar menegaskan salah satu amanah yang ada dalam pembukaan UUD 1945 adalah melawan segela jenis penjajahan. Penjajahan di muka bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadialan.

Pada saat Presiden Soekarno, jelas Maruarar, ada dua blok besar dunia, yaitu Blok AS dan Blok Rusia. Posisi Indonesia pun jelas tidak memihak pada blok manapun sebab politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Indonesia malah membuat gerakan baru, yaitu Gerakan Non-Blok.

Hal yang sama juga dilakukan dalam hal Palestina, Indonesia tidak berpihak pada negara manapun melainkan berpihak pada nilai-nilai kemanusian yang universal.

"Saya disini bersama Ketua Umum Kadin Pak Rosan P Roeslani maupun Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia memiliki latar belakang yang berbeda, suku dan agama yang berbeda. Namun untuk Palestina kami memiliki komitmen dan visi yang sama. Kita bersatu untuk Palestina. Palestina mempersatikan kita," tegas Maruarar.

Acara ini sukses berkat gotong royong dari semua pihak. Bahkan konsumsi makanaan juga gratis dari pihak manajemen Kunskring. Acara juga dihadiri ustadz Habsyi yang membacakan doa.[jat]

Tags

Komentar

 
x