Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 01:44 WIB

DPR Sayangkan Santri Demo Teriak 'Bunuh Menteri'

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 14 Agustus 2017 | 14:18 WIB
DPR Sayangkan Santri Demo Teriak 'Bunuh Menteri'
Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid menyayangkan adanya aksi unjuk rasa dari kalangan pelajar yang mengancam membunuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi terkait penolakan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

"Saya mengucapkan astaghfirullohal'azhim atas demo yang berisi ancaman bahkan kata sadis 'bunuh menteri' oleh kelompok remaja sekolah yang selama ini sering dijadikan simbol kesalehan yakni santri," kata Sodik di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Anggota Fraksi Partai Gerindra itu mengaku sangat prihatin atas peristiwa tersebut, karena perkara yang didemonya juga hanya hal teknis yaitu pola hari beajar bukan hal yang menyangkut akidah atau syariah. Padahal, pendemo penistaan agama saja tidak ada yang melontarkan kata bunuh.

"Selain istigfar, kita juga prihatin karena demo yang kasar tersebut diduga kuat akibat arahan atau provokasi guru, ustadz, seniornya," ujarnya.

Padahal, kata Sodik, para santri dan kaum sekolahan dalam Alquran ditekankan harus dididik, dialog dan musyawarah dengan argumen-argumen yang lebih (wa jaadilhum billatii hiya ahsan).

Di samping itu, Sodik berharap Menteri Muhadjir dapat memaafkannya dan tidak memproses secara hukum. Kemudian, kepada para guru, ustadz, senior-senior santri untuk kembali membawa dan mendidik santri dengan cara yang lebih islami.

"Termasuk dalam menyampaikan protes atau unjuk rasa," tandasnya.

Untuk diketahui, aksi penolakan Full Day School (FDS) tersebut dimotori oleh PBNU. Bahkan, PBNU mengnstruksikan kadernya untuk menggelar aksi penolakan terhadap kebijakan lima hari sekolah dalam sepekan.[jat]

Komentar

 
x