Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 03:36 WIB

Eks Hakim MK Patrialis Dituntut 12 Tahun Penjara

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 14 Agustus 2017 | 13:36 WIB
Eks Hakim MK Patrialis Dituntut 12 Tahun Penjara
Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar dituntut 12,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta, subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pembetantasan Korupsi (KPK).

Jaksa menyatakan, Patrialis Akbar telah terbukti secara sah dan meyakinkan menerima uang suap terkait uji materi yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

"Kami menuntut supaya majelis hakim yang menangani perkara ini menyatakan terdakwa (Patrialis Akbar) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata jaksa KPK Lie Putra Setiawan pada saat membacakan tuntutan Patrialis Akbar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

Patrialis dinilai terbukti menerima suap dari pengusaha impor daging, Basuki Hariman dan stafnya Ng Fenny. Patrialis dan orang dekatnya Kamaludin disebut menerima Rp 50.000 dollar AS, dan Rp 4 juta. Keduanya juga dijanjikan uang sebesar Rp 2 miliar dari Basuki.

Menurut jaksa, uang tersebut diberikan agar Patrialis membantu memenangkan putusan perkara Nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait uji materi atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Dalam upaya untuk memengaruhi putusan uji materi, Basuki dan Fenny menggunakan pihak swasta bernama Kamaludin yang dikenal dekat dengan Patrialis Akbar. Dalam penyerahan uang kepada Patrialis, kedua terdakwa juga melibatkan Kamaludin.

Sebelum membacakan tuntutannya Patrialis dianggap tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi. Patrialis selaku hakim dinilai merusak kepercayaan masyarakat terhadap Mahkamah Konstitusi.

Kemudian, jaksa menilai Patrialis berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan. Meski demikian, Patrialis bersikap sopan dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Menurut jaksa, Basuk terbukti melanggar Pasal 12 huruf c jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. [ton]

Komentar

 
x