Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:27 WIB

WNI yang Kabur dari ISIS Kembali ke Indonesia

Oleh : - | Minggu, 13 Agustus 2017 | 23:20 WIB
WNI yang Kabur dari ISIS Kembali ke Indonesia
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rikwanto - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Setidaknya 18 Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil melarikan diri dari kelompok teroris ISIS. Setelah berhasil melarikan diri, mereka pun kembali ke Indonesia.

"Kemarin, dilakukan penjemputan terhadap 18 WNI yang kabur dari kelompok militan ISIS di Suriah," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rikwanto di dalam pesan singkatnya di Jakarta, Minggu (13/8/2017).

Dia menjelaskan, belasan WNI itu tiba pada pukul 15.45 WIB di Terminal 2 Bandara Soetta, Tangerang, Banten dengan Nomor Penerbangan QR 956.

Setelah dijemput pihak Kementerian Luar Negeri dan Densus 88, rombongan kemudian dibawa ke kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Sentul, Bogor Jawa Barat guna diperiksa.

"Kemudian diserahkan ke BNPT dan Densus 88 untuk interogasi lebih lanjut," katanya.

Adapun identitas nama dan tanggal lahir kedelapan belas WNI tersebut adalah:

Lasmiati, Ngawi 29 Juli 1977; Muhammad Saad Al Hafs, Jakarta 26 Agustus 201; Mutsanna Khalid Ali, Jakarta 26 Januari 2004; Difansa Rachmani, Tanjung Redeb 21Maret 1986; MUHAMMAD HABIBI ABDULLAH Jakarta 12 Oktober 2011; MUHAMMAD AMMAR ABDURRAHMAN Jakarta 26 Agustus 2014.

Kemudian, DWI DJOKO WIWOHO Medan 15 Januari 1967; FAUZAKATRI DJOHAR MASTEDJA Padang 28 April 1959; FEBRI RAMDHANI Jakarta 19 Februari 1994; SITA KOMALA Jakarta 04 Januari 1961; INTAN PERMANASARI PUTRI Jakarta 13 September 1989;

Seanjutnya, SULTAN ZUFFAR KURNIAPUTRA Jakarta 05 Januari 1999; RATNA NIRMALA Jakarta 09 September 1966; NURSHADRINA KHAIRA DHANIA Jakarta 06 April 1998; HERU KURNIA Jakarta 12 Julia 1962; TARISHA AQQILA QANITA Batam 04 Oktober 2004; MOHAMMAD RAIHAN RAFISANJANI Jakarta 02 Februari 1999; SYARAFINA NAILAH Jakarta 26 Februari 1996. [tar]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x