Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 23:35 WIB

Warga NTT Diminta Waspadai Potensi Kebakaran

Oleh : - | Minggu, 13 Agustus 2017 | 22:25 WIB
Warga NTT Diminta Waspadai Potensi Kebakaran
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Kupang - Warga Nusa Tenggara Timur diminta mewaspadai potensi kebakaran lahan, terutama di wilayah Pulau Sumba, Flores dan Alor karena ada titik panas yang terdeteksi.

"Waspadai titik panas (hot spot) yang muncul di ketiga daerah tersebut, karena berpotensi memicu terjadinya kebakaran," kata Kepala BMKG El Tari Kupang Bambang Setiatji, Minggu (13/8/2017).

Menurut dia, dalam beberapa hari terakhir ini kenyamanan masyarakat di Pulau Sumba sempat terganggu dengan munculnya kabut asap akibat kebakaran lahan.

"Sekarang tinggal kebijakan dari pemerintah untuk mencegahnya agar tidak meluas," ujarnya.

Sejumlah titik panas (hot spot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (81-100 persen) di wilayah Sumba dan sekitarnya terdeteksi melalui pengamatan satelit.

"Kebakaran juga terjadi di wilayah Kecamatan Haharu dengan tingkat kebenaran 96 persen. Sedangkan tingkat kebakaran di Kecamatan Umbu Rau Nggay mencapai 81 persen," katanya.

Dia menyebut luas wilayah daratan di Nusa Tenggara Timur mencapai 47.349,9 km persegi. Dari total tersebut hutan dalam kawasan hutan mencapai 661.680,74 ha dan di luar kawasan hutan seluas 1.447.816,02 ha.

Hutan yang begitu luas ini membutuhkan perhatian serius seluruh komponen di NTT, karena apabila hutan lestari dan aman, masyarakat akan sehat dan sejahtera.

Untuk menyelamatkan sumber daya ini, katanya, sejak dini perlu dilakukan upaya pencegahan terhadap fakta telah ada titik api kebakaran dan pencegahan terhadap hal yang lebih besar lagi.

Kebakaran yang terjadi di Sumba umumnya dilakukan warga dengan harapan tumbuh rumput baru dari bekas lahan terbakar untuk pakan ternak, sekaligus sebagai persiapan untuk memasuki musim tanam. [tar]

 
x