Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 14:11 WIB

Ratusan Guru Ikuti Pelatihan Terintegritas

Oleh : - | Minggu, 13 Agustus 2017 | 19:20 WIB
Ratusan Guru Ikuti Pelatihan Terintegritas
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Setidaknya 264 guru ilmu pengetahuan sosial, baik geografi, ekonomi, sosiologi, dan sejarah tingkat sekolah menengah pertama di Surabaya mengikuti pelatihan guru terintegrasi di Universitas Negeri Surabaya.

Pelatihan ini akan diikuti oleh ratusan guru IPS itu selama satu bulan. Pelatihan dilakukan setiap akhir pekan.


Guru IPS SMPN 3 Surabaya Aji Suharko (52) mengatakan, untuk kembali belajar materi di luar disiplin ilmunya memang cukup susah. Hanya saja, karena telah sering ia lakukan, maka menjadi lebih mudah memahminya.

"Saya dasarnya guru geografi, kalau belajar materi lain dalam IPS asal diseriusi ya tidak susah," kata Aji, Minggu (13/8/2017).

Sementara Guru IPS SMPN 22 Surabaya, Ifa Tri Handayani (53) juga mengatakan hal yang sama. Dia mengatakan pelatihan yang pertama kali ia ikuti ini sangat membantu pengajaran yang dilakukannya. Ia menambahkan guru dengan usia tua belum tentu mumpuni dalam mengajar.

"Tambahan ilmu saja, senang sebenarnya. Karena saat tua belum tentu pintar apalagi anak sekarang lebih canggih. Perlu penyegaran terus kami para guru," ujar guru ekonomi ini.

Dosen Ekonomi Unesa, Jun Surjanti salah satu pengisi materi dalam pelatihan mengungkapkan terdapat indikator dalam ekonomi yang bisa diterapkan dalam IPS Terpadu. Ia memisalkan untuk materi ruang dan waktu, selain dipelajri geografi ruangannya, juga akan dipelajari perekonomian masyarakatnya.

"Jadi bagaimana menerapkan materi ekonomi dalam materi IPS. Bagaimana guru bisa menyikapi kegiatan ekonomi dalam suatu interaksi sosial," tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang Guru Ketenagakerjaan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Surabaya Mamik Suparmi menjelaskan peningkatan kompetensi guru ini dilakukan agar guru IPS mampu menerapkan pengajaran sepenuhnya. Apalagi para guru tidak semuanya linier dengan mata pelajaran di dalam IPS.

"Mereka latar belakangnya dari berbagai jurusan, tetapi harus mengajar IPS. Jadi guru yang geografi harus menguasai sosiologi, ekonomi, dan sejarah. Guru dari bidang lain juga demikian," kata Mamik.

Menurutnya, pelatihan ini akan dilakukan berkala untuk guru-guru lainnya. Sebelumnya sudah dilakukan untuk guru MIPA dan Bahasa. Berikutnya akan dilakukan PPKN tingkat SMP dan kemudian guru kelas SD. [tar]

Tags

Komentar

 
x