Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 21:59 WIB

Diperiksa KPK Kasus Bakamla, Sekjen DPR Mangkir

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 11 Agustus 2017 | 23:14 WIB
Diperiksa KPK Kasus Bakamla, Sekjen DPR Mangkir
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sekjen DPR RI Ahmad Juned mangkir alias tak penuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (11/8/2017).

Ahmad dijadwalkan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap satelit monitor di Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Kabiro Perencanaan dan Organisasi Badan Keamanan Laut (Bakamla), Nofel Hasan.

"Yang bersangkutan belum hadir dan tidak ada keterangan. Belum diperoleh keterangan atas ketidakhadirannya," kata Juri Bicara Febri Diansyah.

Febri menyebut pemeriksaan terhadap Ahmad Juned diduga berkaitan dengan proses pembahasan anggaran proyek satelit monitor di DPR. Sebab, kata dia, pihaknya tengah mengusut dugaan keterlibatan anggota DPR dalam memuluskan anggaran proyek satelit monitor ini.

Nofel diduga bersama-sama dengan Deputi Informasi, Hukum dan Kerja Sama Bakamla RI, Eko Susilo Hadi yang juga Kuasa Pengguna Anggaran menerima hadiah atau janji dari Dirut PT Merial Esa, Fahmi Dharmawansyah.

Nofel diduga menerima USD104.500 dari nilai kontrak sebesar Rp220 miliar.
Dalam persidangan perkara ini dengan terdakwa Fahmi Dharmawansyah mencuat informasi adanya aliran dana sebesar enam persen dari nilai dua proyek senilai Rp400 miliar atau Rp24 miliar yang telah diberikan kepada Fahmi Al Habsy untuk sejumlah anggota DPR.

Uang diberikan Fahmi Dharmawansyah untuk memuluskan pembahasan anggaran di DPR. Sejumlah anggota DPR disebut menerima aliran dana ini antara lain, Balitbang PDI-P Eva Sundari dan anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Bertus Merlas.

Dalam kesempatan ini Febri menyebut, Nofel bukan tersangka terakhir dalam kasus ini. KPK masih mengembangkan kasus ini. Tak tertutup kemungkinan untuk menetapkan tersangka dari unsur DPR jika ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup

"Apakah akan berhenti pada tersangka NH? Tentu tidak. Karena kami juga sedang mendalami sejumlah hal, termasuk juga mencermati proses pembahasn anggaran. Tentu akan didalami lebih lanjut apa saja dan siapa saja yang memiliki peran dalam proses penganggaran ini. Jika Ditemukan misalnya penyalahgunaan wewenang atau informasi-informsi yang bisa dikembangkan tentu akan didalami lebih lanjut," kata dia.

Saat ini, Febri menegaskan pihaknya masih terus mencari keberadaan Ali Fahmi yang menjadi kunci aliran dana dari Fahmi Dharmawansyah kepada sejumlah anggota DPR.

Hal ini lantaran Ali Fahmi telah berulang kali mangkir dari pemeriksaan di tingkat penyidikan maupun untuk dihadirkan sebagai saksi di persidangan. Febri memastikan kehadiran Ali Fahmi akan mempermudah pengusutan kasus ini, termasuk mengenai keterlibatan anggota DPR.

"Ali Fahmi atau Fahmi Al-Habsyi kami masih lakukan pencarian sampai saat ini, jika dibutuhkan pemeriksaan akan dipanggil kembali. Selain proses pencarian masih dilakukan ketika saksi ditemukan penanganan perkara ini akan mendapat kemajuan yang signifikan," ujar dia.[jat]

Tags

Komentar

 
x