Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:36 WIB

UU Teroris Mandek, Wiranto: Teroris Tertawa

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 11 Agustus 2017 | 16:13 WIB
UU Teroris Mandek, Wiranto: Teroris Tertawa
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengkritik DPR RI yang tak kunjung menuntaskan rencana revisi Undang Undang Terorisme.

"Teman-teman DPR tolong undang-undangnya direvisi segera. Janjinya dulu sebelum puasa, sebelum Lebaran, selesai. Sampai sekarang belum selesai. Sampai saya katakan, teroris itu tidak menunggu kita punya undang-undang yang baru, baru dia bergerak," ujar Wiranto di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, (11/8/2017).

Menurut dia, tak kunjung tuntasnya rencana tersebut membuat upaya penindakan terorisme saat ini masih menggunakan dasar hukum yang lama, yaitu Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003. Dasar hukum itu dinilai membuat upaya penindakan terorisme menjadi tidak kuat. Akibatnya, upaya pencegahan tindakan teror tidak optimal.

"Mungkin kita ditertawakan sama teroris-teroris itu. Mungkin mereka berkata, 'coba lihat itu mau bikin undang-undang tidak selesai. Apalagi mau melawan kita (teroris)'. Saya pikir ini sesuatu yang lucu tapi nyata di negeri ini," ungkapnya.

Wiranto menyampaikan, kelemahan dasar hukum penanganan terorisme saat ini adalah ketiadaan aturan yang memperbolehkan upaya penegakan hukum kepada calon pelaku teror sebelum aksi teror terjadi. Padahal, kata dia, teror pada dasarnya berbeda dengan tindakan pidana.

Upaya penegakan hukum seharusnya boleh dilakukan pada saat aparat, misalnya, memiliki bukti tentang rencana tindakan teror.

"Terorisme itu kejahatan yang tidak masuk KUHP. Harus ada undang-undang khusus yang masuk ke ranah ini," tandasnya.

Komentar

 
x