Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 20:48 WIB

Jenderal Gatot Ingatkan Potensi Konflik Indonesia

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 11 Agustus 2017 | 15:32 WIB
Jenderal Gatot Ingatkan Potensi Konflik Indonesia
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut, mayoritas konflik di dunia disebabkan oleh perebutan energi dan minyak, bahkan konflik tersebut masih akan terus terjadi hingga hasil minyak dan energi sudah habis.

"Saya pastikan 70 persen konflik karena perebutan energi minyak. Energi fosil tidak bisa terbaharui, tetapi tergantikan dan kritis," kata Gatot saat memberikan Kuliah Umum di London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Gatot kemudian menyebut beberapa negara di kawasan Timur Tengah jadi contohnya. Sebagai penghasil energi dan minyak terbesar di dunia, kawasan Timur Tengah sudah lama jadi medan konflik.

"Kita lihat Irak, Libya, Saudi Arabia dan yang kini masih terjadi adalah Suriah. Wilayah-wilayah itu penghasil minyak terbesar di dunia. Apa yang terjadi lebih karena perebutan energi," ungkapnya.

Setelah energi minyak sudah mulai habis sekitar tahun 2056 kata Gatot, maka akan terjadi krisis pangan dan krisis air. Negara-negara lain akan mengincar energi pangan, air yang dimiliki negara yang berada di dalam ekuator.

Akhirnya, Indonesia juga bakal jadi sasaran perang konflik perebutan sumber daya.

"Tadinya ke Arab Spring, sekarang banyak negara yang melirik wilayah Ekuator. Negara lain akan melirik Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah, garis pantai terpanjang kedua di dunia, dan banyak pangannya. Ini sangat rawan bagi Indonesia," tuturnya.

Proklamator bangsa Indonesia, Bung Karno pernah menyatakan kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara lain di dinia.

"Presiden Joko Widodo juga pernah berkata, 'Kaya akan sumber daya alam justru dapat menjadi petaka buat Indonesia'," ujar Panglima TNI.

Oleh karena itu, Panglima TNI mengingatkan bangsa Indonesia agar hati-hati. Jangan sampai negara ini pecah karena diadudomba dengan tujuan mengeruk minyak dan energi, seperti yang terjadi di Suriah.

"Kita semua harus hati-hati. Kalau kita masih berselisih, mudah diadudomba maka Indonesia akan menjadi ladang konflik di masa mendatang. Benih-benih sudah ada, tetapi jangan sampai terjadi konflik antarsesama," tutup Gatot.

Komentar

 
x