Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 16:13 WIB

Polisi Sebut Beras Oplosan di Lahat Untuk Ternak

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 11 Agustus 2017 | 15:19 WIB
Polisi Sebut Beras Oplosan di Lahat Untuk Ternak
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Polisi Agung Budi Maryoto - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Lahat - Polisi menyebut beras yang disita dari gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kabupaten Lahat, Sumatera Selata telah dioplos jauh dari Standar Nasional Indonesia (SNI) yang sudah ditentukan.

"Beras di Bulog itu sudah di bawah standar yang paling rendah dan tidak layak konsumsi untuk manusia. Hanya layak untuk pakan ternak," kata Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Polisi Agung Budi Maryoto di Palembang, Jumat (11/8/2017).

Polisi menguji sampel beras oplosan hasil penggerebekan pada akhir Juli 2017 itu di tiga laboratorium, antara lain, Laboratorium Forensik Polri, Laboratorium Dinas Pertanian Sumatera Selatan, dan Laboratorium Balai Benih Penelitian Padi Kementerian Pertanian di Subang, Jawa Barat.

Hasil uji lab itu, kata Agung, menjadi dasar bagi polisi untuk meningkatkan perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan. Penyidik segera menggelar perkara untuk menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka sekaligus menerapkan pasal-pasal yang dilanggar.

Polisi telah menahan lima orang dalam penggerebekan itu, antara lain, FB (30), Kepala Gudang; AD (29), penanggung jawab pelaksana proses; AM, Kepala Sub Divisi Regional Bulog Lahat; serta dua staf masing-masing berinisial N dan A.

Gudang penyimpanan beras Bulog Kabupaten Lahat digerebek polisi pada Senin, 24 Juli 2017. Ditemukan sedikitnya 39,3 ton beras oplosan tak layak konsumsi dan bahkan bercampur kutu.

Modus operandinya, beras raskin dioplos dengan beras jenis lain. Setelah didistribusikan, ternyata banyak warga miskin yang menolak dan mengembalikan ke Bulog. Beras yang telah dikembalikan itu dioplos lagi oleh oknum pekerja Bulog.

Bulog sendiri membantah kabar yang menyebutkan bahwa satu gudang penyimpanan beras di Kabupaten Lahat berisi beras oplosan. Sebagian beras yang ditemukan polisi di gudang itu disebut beras reprocessing.

Beras reprocessing, misalnya, beras yang kurang bagus diolah lagi atau diperbaiki sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Reprocessing bisa saja meliputi pencampuran beras tertentu dengan beras lain.

Komentar

 
x