Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 23:42 WIB

Kasus Bakamla, KPK Periksa Sekjen DPR

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 11 Agustus 2017 | 11:43 WIB
Kasus Bakamla, KPK Periksa Sekjen DPR
Sekertaris Jendral DPR RI, Achmad Djuned
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekertaris Jendral DPR RI, Achmad Djuned terkait penyidikan kasus dugaan suap proyek pengadaan satelit monitoring Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Achmad Djuned akan diperiksa sebagai saksi untun tersangka NH (Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla, Nofel Hasan)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (11/8/2017).

Achmad dipanggil lantaran diduga kuat mengetahui mengenai pembahasan anggaran proyek ini yang berujung pada tindak pidana korupsi.

KPK menduga ada pihak lain yang ikut terlibat dalam kasus ini. Salah satunya diduga Anggota Komisi I DPR Fayakhun Andriadi.

Fayakhun telah bolak balik diperiksa penyidik KPK. Bahkan, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta ini telah dicegah berpergian ke luar negeri untuk enam bulan ke depan terkait kepentingan penyidikan kasus yang menjerat Nofel Hasan.

Hari ini, Nofel sendiri diagendakan diperiksa penyidik KPK. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

"NH diperiksa sebagai tersangka," imbuh Febri.

Proses dugaan korupsi ini bermula saat adanya campur tangan kader PDIP, Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi. Dia disebut sebagai 'penyambung lidah' pemilik PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Darmawansyah ke Bakamla. Ali Fahmi bahkan yang menjanjikan proyek Bakamla ke Fahmi Darmawansyah.

Dalam persidangan kasus suap Bakamla terungkap bahwa Fahmi Darmawansyah menyerahkan uang puluhan miliar ke Ali Fahmi. Uang itu diminta oleh Ali Fahmi untuk 'mengurus' anggaran proyek Bakamla di DPR. Ada beberapa anggota DPR yang diduga kecipratan uang puluhan miliar tersebut.

Daan kasus ini KPK telah menetapkan lima orang tersangka terkait kasus suap di Bakamla. Kelima tersangka tersebut yakni, Deputi Informasi, Hukum, dan Kerjasama Bakamla, Eko Susilo Hadi, dan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla, Nofel Hasan.

Tiga tersangka lainnya yakni, petinggi PT Merial Esa yakni, Fahmi Dharmawansyah, Hardi Stefanus, dan Muhammad Adami Okta. Ketiga petinggi PT Merial Esa tersebut diduga sebagai pihak pemberi suap.

 
x