Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 11:37 WIB

Tahan Sakit, Elza Syarief Penuhi Panggilan KPK

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 11 Agustus 2017 | 11:05 WIB
Tahan Sakit, Elza Syarief Penuhi Panggilan KPK
Pengacara Elza Syarief - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengacara Elza Syarief, memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Markus Nari.

Kepada wartawan Elza mengaku bahwa kehadirannya hari ini untuk memenuhi panggilan KPK yang sebelumnya. Sebab sebelumnya dia mengaku tidak dapat penuhi panggilan penyidik karena sakit.

"Sebetulnya tanggal 31 Juli 2017 saya diperiksa, tapi saya sakit waktu itu masuk rumah sakit. Sekarang pun masih kurang begitu sehat," kata Elza di KPK, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Meski mengaku diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari, tapi Elza mengklaim tak mengenal Polikus Partai Golkar itu. Padahal pada pemeriksaan sebelumnya Elza mengaku pernah tahu mengenai adanya ancaman Markus pada Miryam.

"Ya saya terus terang sama Andi Narogong engga kenal, Markus Nari engga kenal. Jangankan kenal, lihat mukanya aja saya enggak tau. Ya saya engga tau saya memberi kesaksian apa lagi gitu," ujar Elza.

Elza Syarief sebelumnya telah bolak balik ke kantor KPK, lantaran penyidik menjerat Miryam S Haryani dalam perkara dugaan keterangan palsu di sidang terdakwa pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto.

Untuk diketahui Markus Nari, selain diduga merintangi pengusutan e-KTP, juga sudah dijerat perkara korupsi proyek e-KTP tahun 2012. Dia dituding kebagian uang sebesar Rp4 miliar dan USD13 ribu dalam proyek senilai Rp5,9 triliun itu.

Terakhir, nama pengacara Elza Syarief kembali mencuat saat mantan anak buah M Nazaruddin, Yulianis dipanggil pansus angket bentukan DPR. Yulianis menuding adanya transaksi uang Rp1 miliar di kantor Elza kepada mantan Pimpinan KPK, Adnan Pandu Praja. Namun, hal itu sudah disangkal Adnan dan Elza Syarief.

Pada perkara e-KTP ini, KPK pun telah menetapkan Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta Ketua DPR, Setya Novanto sebagai tersangka.

Komentar

 
Embed Widget

x