Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 23:42 WIB

Anggota DPRD Jatim Kembali Diperiksa KPK

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 11 Agustus 2017 | 11:14 WIB
Anggota DPRD Jatim Kembali Diperiksa KPK
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota DPRD Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika kembali dipanggil oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Pranaya akan dimintai keterangan dalam kasus dugaan suap pelaksanaan tugas pengawasan dan pemantauan oleh DPRD Prov. Jawa Timur (Jatim) terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah dan penggunaan anggaran di Prov. Jatim tahun 2017.

"Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka anggota DPRD Jawa Timur MKM (M Kabil Mubarok)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Pranaya sebelumnya sudah dimintai keterangan untuk tersangka yang lain. Dugaan menguat dia mengetahui soal suap yang diterima para anggota DPRD Jatim. Sebab saksi yang dipanggil karena mengetahui melihat, atau mendengar peristiwa pidana itu.

Selain itu, penyidik KPK juga memanggil dua saksi lain yakni, Kasie Obat Hewan Perternakan Provinsi Jawa Timur, Kurniati Ruslina; dan Kasie Pencegahan Penykit Hewan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Mereka juga bakal dimintai keterangan untuk tersangka yang sama.

"Kemudian penyidik juga memanggil MKM. Dia akan dimintai keterangan sebagai tersanga," ujar Febri.

Diketahui kasus ini bermula dua SKPD, Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan memberikan suap kepada Komisi B DPRD Jawa Timur terkait pelaksanaan tugas pengawasan dan pemantauan prov jatim tentang penggunaan anggaran tahun 2017.

Dalam kasus ini KPK menyita uang Rp150 Juta dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, 5 Juni 2017 lalu di Jawa Timur. Uang Rp150 Juta tersebut didapat dari ruang kerja Ketua Komisi B, Moch Basuki.

Diduga, uang suap Rp150 Juta merupakan bagian dari pembayaran triwulanan kedua dengan total komitmen fee sebesar Rp600 juta di setiap kepala dinas terkait.

Ada tujuh orang tersangka yang telah ditetapkan,yakni, Ketua Komisi B DPRD Jatim, Mochmmad Basuki; Kadis Pertanian Provinsi Jatim, Bambang Heryanto; Kadis Peternakan Provinsi Jatim, Rohayati; Ajudan Bambang Heryanto, Anang Basuki Rahmat; serta dua staf DPRD tingkat 1, Rahman Agung, Santoso dan M Kamil Mubarok.

Sebagai pihak pemberi Bambang Heryanto, Anang Basuki Rahmat dan Rohayati disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga menerima, Mochammad Basuki, Santoso, Rahman Agung, dan M Kamil Mubarok disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Minggu lalu, Kamis (3/8/2017) penyidik KPK telah melimpahkan tahap dua tiga tersangka pemberi suap di kasus ini. Selanjutnya mereka siap disidang di Pengadilan Tipikor, Surabaya, Jawa Timur.

Ketiga tersangka itu yakni Kadis Pertanian Provinsi Jatim, Bambang Heryanto (BH), Kadis Peternakan Provinsi Jatim, Rohayati (ROH) dan Ajudan Bambang Heryanto, Anang Basuki Rahmat (ABR).

 
x