Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 11:27 WIB

Kasus Viktor Laiskodat

UK Pancasila Diminta Kuliahi Elit Politik

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 11 Agustus 2017 | 09:04 WIB
UK Pancasila Diminta Kuliahi Elit Politik
Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UK Pancasila) Yudi Latief - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan para elit politik harus meningkatkan atau meninggikan lagi standar etika akhlaknya dalam berpolitik. Menurut dia, jangan sampai insiden seperti Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Viktor Bungtilu Laiskodat terulang kembali.

"Saya melihat ada dekadensi atau penurunan standar etika politisi kita, karena perilaku yang menghalalkan segala cara," kata Dahnil kepada INILAHCOM, Kamis (10/8/2017).

Sehingga, perilaku itu kemudian melanggar etika, tidak peduli lagi dengan kohesi sosial. Karena menurut dia, sesungguhnya kebisingan sosial politik hari ini itu epicentrumnya justru ada di tataran elit bukan masyarakat.

"Jadi epicentrum kebisingan politik hari ini itu bukan ada pada masyarakat, tapi di elit-elit. Itulah jadi pusat kebisingan politik hari ini karena perilaku etikanya ugal-ugalan, etika yang ugal-ugalan itu karena dilatarbelakangi dengan perilaku menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan politik," ujarnya.

Oleh karena itu, Dahnil mengatakan Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UK Pancasila) Yudi Latief harusnya menyasar kepada para elit bukan malah masyarakat. Sebab, secara genetika masyarakat Indonesia sangat toleran dan paham tentang keberagaman hidup sebagai bangsa dan bernegara.

"Justru yang seringkali merusak toleransi itu adalah kelompok elit melalui politik yang rendah etika, menghalalkan segala cara," tandasnya.

Untuk diketahui, beredar di media sosial orasi Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat yang mengatakan ada sebagian kelompok yang ingin membuat negara khilafah. Celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga.

Yang dukung supaya kelompok ekstrimis ini tumbuh berkembang di NTT partai nomor satu Gerindra, kedua Demrokrat, PKS dan PAN. Situasi nasional partai ini mendukung kaum intoleran.[ris]

 
Embed Widget

x