Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 23:46 WIB

Wacana Pembangunan Apartemen untuk DPR Berlebihan

Oleh : Agus Irawan | Jumat, 11 Agustus 2017 | 02:06 WIB
Wacana Pembangunan Apartemen untuk DPR Berlebihan
Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai wacana pembangunan gedung apartemen di kawasan Taman Ria untuk anggota DPR sangat berlebihan.

"Buat apartemen untuk anggota dewan di kawasan DPR hanya menghambur hambur uang negara, dan bikin mubajir Saja. karena apartemen tersebut nanti juga bukan ditempati anggota Dewan," kata uchok kepada INILAHCOM, Sabtu (11/8/2017) malam.

Dia menyebutkan jika anggota DPR sudah disiapkan rumah dinas di beberapa wilayah. Bahkan rumah dinas itu tidak efektif menunjang kinerja dewan.

"Makanya apatemen yang akan dibangun akan serupa nasibnya seperti perumahan DPR kalibata, dimana yang nempati adalah bisa keluarga, kader partai atau tenaga ahli DPR," ungkapnya.

Menurut dia, sebagai wakil rakyat, anggota DPR tidak perlu memiliki fasilitas yang terlalu mewah seperti apartemen untuk rumah hunia dinas.

"Seharus DPR itu dewasa dalam berpikir, dan meminta sesuatu. lihat dong anggaran APBN setiap tahun defisit terus meningkat. Maka batalkan itu hayalan DPR untuk minta apatemen baru," ungkapnya.

Sebelumnya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengusulkan pembangunan apartemen bagi anggota Dewan jika anggaran Rencana Kerja dan Anggaran ( RKA) DPR 2018 naik.

Fahri mengaku pembangunan apartemen untuk anggota DPR agar terhindar dari kemacetan.

"Kalau untuk anggota DPR mendatang harus tinggal di dekat DPR, sebab dari perluasan kawasan, agar tidak ada alasan lagi bagi anggota dewan untuk terlambat karena macet, karena bisa jalan kaki dari Taman Ria ke Gedung DPR," kata Fahri di gedung Nusantara III, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Namun dia menolak soal adanya wacana anggaran tersebut sebagai pembangunan gedung DPR baru.

Untuk diketahui, DPR mengajukan anggaran Rp7,25 triliun untuk tahun anggaran 2018. Sehingga anggaran tersebut naik menjadi 70 persen dari anggaran tahun 2017 sebesar Rp4,2 triliun.[jat]

Tags

 
x