Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 05:58 WIB

Pemeriksaan Mekeng untuk Dalami Pertemuan Novanto

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 10 Agustus 2017 | 19:32 WIB
Pemeriksaan Mekeng untuk Dalami Pertemuan Novanto
Kepala Bagian Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik KPK, Yuyuk Andriati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalami pertemuan mantan Ketua Banggar DPR Melchias Marcus Mekeng dengan Setya Novanto.

Penyidik KPK menduga kedua orang ini pernah melakukan pertemuan untuk membahas anggaran e-KTP.

"Saksi Melchias Marcus Mekeng ini diperiksa untuk klarifikiasi indikasi pertemuan yang bersangkutan dengan SN (Setya Novanto), dalam proses pembahasan anggaran," kata Kepala Bagian Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik KPK, Yuyuk Andriati saat jumpa pers di kantornya, Kamis (10/8/2017).

Menurut Yuyuk, penyidik memiliki bukti pertemuan keduanya berkaitan dengan pembahasan kenaikan angaran proyek e-KTP. Sebagai ketua Banggar saat itu, Mekeng diduga meneria uang senilai USD 1,4 juta terkait kenaikan anggaran e-KTP.

"Ada penyidik mendalami peningkatan anggaran e-KTP," ujar dia.

Dalam persidangan terungkap, meski anggaran proyek e-KTP belum diketok, pembagian uang di DPR telah dilakukan. Para anggota Dewan itu menerima uang dari pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong.

"Pada sekira bulan September-Oktober 2010 di ruang kerja Mustoko Weni di gedung DPR, Andi Narogong memberikan sejumlah uang kepada anggota DPR dengan maksud agar Komisi II dan Badan Anggaran DPR menyetujui anggaran untuk proyek pengadaan dan penerapan KTP berbasis NIK secara nasional (KTP elektronik)," kata jaksa KPK.

Di ruang kerja Mustoko Weni itu, Andi Narogong membagikan uang untuk Anas Urbaningrum, Arief Wibowo, Chaeruman Harahap, Ganjar Pranowo, Agun Gunandjar Sudarsa, Mustoko Weni, Ignatius Mulyono, Taufik Effendi, dan Teguh Djuwarno. Selain itu, Andi kembali membagikan uang di ruang kerja Setya Novanto di lantai 12 gedung DPR dan di ruang kerja Mustoko Weni.

"Setelah adanya kepastian tersedianya anggaran untuk proyek pengadaan dan penerapan KTP berbasis NIK secara nasional, di ruang kerja Setya Novanto di lantai 12 gedung DPR dan di ruang kerja Mustoko Weni, selanjutnya Andi Narogong beberapa kali juga memberikan sejumlah uang kepada pimpinan Badan Anggaran DPR Melchias Marcus Mekeng selaku Ketua Banggar sejumlah USD 1,4 juta dan kepada 2 Wakil Ketua Banggar, yaitu Mirwan Amir, Olly Dondokambey, masing-masing USD 1,2 juta serta Tamsil Linrung sejumlah USD 700 ribu," kata jaksa KPK.

Mekeng sebelumnya sudah membantah menerima uang hasil korupsi proyek e-KTP."Saya menjadi korban fitnah keji yang dilakukan oleh Saudara Andi Agustinus/Narogong, yang seumur hidup saya tidak pernah kenal atau bertemu," kata Mekeng.

Mekeng menjelaskan, selama duduk di DPR periode 2009-2014, ia berada di komisi XI yang membidangi ekonomi, keuangan dan perbankan. Proyek e-KTP tidak pernah dibahas di Komisi XI karena bukan bidangnya.
Diketahui, KPK terus melengkapi berkas perkara Setnov, yang juga Ketua Umum Partai Golkar. Puluhan saksi telah diminta keterangannya untuk Setnov, tersangka ketiga dalam kasus korupsi proyek e-KTP ini. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x