Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 09:56 WIB

Penyalur TKI Ilegal Terima Rp15 Juta per Orang

Oleh : Willi Nafie | Kamis, 10 Agustus 2017 | 15:32 WIB
Penyalur TKI Ilegal Terima Rp15 Juta per Orang
Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pariati (51) dan Baiq Hafizahara alias Evi (41) terduga pelaku tindak pidana perdagangan orang (trafficking) meraup untung hingga Rp15 juta per orang apabila berhasil diselundupkan ke Timur Tengah.

"Jaringan ini diduga telah mengirimkan ratusan TKI dari NTB sejak tahun 2014 hingga 2017 secara ilegal," kata Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono, di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).

Guna memuluskan aksi perdagangan orang ke Damaskus, pelaku melakukan pemalsuan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP). Para calon TKI pun dijanjikan bekerja di Qatar dengan gaji tinggi. Lalu dikirim ke Malaysia kemudian diselundupkan ke Damaskus secara ilegal.

"Anak perempuan di bawah umur, seperti umur 14 tahun identitasnya dipalsukan menjadi 19 tahun," tuturnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap dugaan kasus tindak pidana perdagangan orang berkedok kerja di Qatar.

Adapun yang menjadi korban adalah dua orang anak inisial JHN dan NVI asal wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan pelakunya adalah, Pariati dan Baiq Hafizahara alias Evi .

Pengungkapan ini berawal dari informasi dugaan perdagangan orang di Damaskus, Suriah. Setelah ditelusuri ditemukan adanya pemalsuan identitas terhadap kedua korban dimana dijanjikan bekerja di Qatar dengan gaji tinggi.

Atas perbuatan tersebut pelaku dikenakan pasal 6 undang-undang Nomor 21 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan atau Pasal 102 ayat ( 1) huruf a Undang-Undang Nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan atau pasal 88 Jo Pasal 76 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. [ton]

 
x