Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 23:45 WIB

MKD Tunda Verifikasi Kasus Victor Usai Reses

Oleh : Agus Irawan | Kamis, 10 Agustus 2017 | 15:11 WIB
MKD Tunda Verifikasi Kasus Victor Usai Reses
Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad mengatakan verifikasi laporan atas dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua Fraksi Nasdem Victor Laiskodat akan dilakukan usai reses DPR.

Dasco menyebutkan sudah ada laporan masuk ke MKD atas nama anggota DPR berinisial VBL, "Saat ini masih reses, verifikasi baru dilaksanakan usai reses," kata Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).

Dasco menyampaikan bahwa alasan Victor belum bisa diproses karena masih ada kendala yang harus dipenuhi dan dilengkapi oleh pengadu.

"Informasi yang di terima, alasan lambatnya pengaduan di tindaklanjuti, karena mengunakan partai, kop surat partai tetapi indetitas sebagai pengurus partai tidak di masukkan, kita berikan waktu selama 14 hari kerja untuk lengkapi data," jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa pihak MKD akan mendengarkan penjelasan dari Victor dan pihak pengadu, kemudian untuk Victor tetap akan dimintai klarifikasi soal pernyataan dirinya tersebut.

Atas sikap MKD, pihaknya belum bisa memutuskan apakah sidang akan digelar dengan cara tertutup atau terbuka," Kalau ketentuan rapat di MKD untuk menyidangkan perkara etis pasti akan tertutup, dapat dilakukan terbuka asal pihak yang bersangkutan tidak menolak," ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya beberapa Partai Politik ( Parpol) melaporkan Ketua Fraksi Nasdem, Victor ke MKD. Partai tersebut yang mengadu adalah PKS, Generasi Muda Partai Demokrat karena diduga Victor telah melanggar etik anggota Dewan.Sehingga kedua Parpol tersebut meminta Victor di berhentikan sebagai anggota DPR.

Sementara itu, kasus ini berawal setelah politisi Nasdem menuding partai Gerindra, Demokrat dan PKS serta PAN sebagai partai anti Pancasila. [ton]

 
x