Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 06:50 WIB

Polda Jatim Bentuk Tim Soal Kasus Istri Kades

Oleh : - | Kamis, 10 Agustus 2017 | 14:21 WIB
Polda Jatim Bentuk Tim Soal Kasus Istri Kades
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin - (Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Mojokerto - Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menegaskan, pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk memback up Polres Mojokerto Kota mengungkap kematian istri Kepala Desa (Kades) Sidojangkung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Luluk Diana (38).

"Saya prihatin dengan kejadian ini, jajaran Kepolisian Jatim terutama Polres Mojokerto Kota akan berupaya. Cari orang itu butuh proses, menemukan siapa korban sudah ketemu. Dari situ akan bisa terus ditelisik kita kembangkan motifnya apa," ungkapnya usai melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Mojokerto, Kamis (10/8/2017).

Dia mengatakan, pengungkapan siapa pelaku pembunuhan bu kades cantik tersebut bisa dari luar, bisa dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk dikembangkan.

Sehingga pihaknya langsung membentuk tim khusus untuk memback up Polres Mojokerto Kota mengungkap pelaku pembunuhan bu kades cantik tersebut.

"Saya turunkan tim dari polda untuk back up ini. Sudah saya turunkan ke sini, kita berusaha maksimal. Ini menjadi utang kita, apalagi menjadi sorotan publik. lolisi tidak akan main-main dengan ini, saya akan pacu. Akan kita lihat di Polres Mojokerto Kota, kita semangati untuk secepatnya diungkap," katanya.

Menurutnya, tidak hanya media namun pihaknya juga berharap kasus tersebut bisa terungkap dalam waktu 1x24 jam. Namun, Kapolda menambahkan, semua butuh proses dan waktu untuk mengungkap kasus pembunuhan bu kades cantik yang mayatnya ditemukan di hutan jati Jatis, Kabupaten Mojokerto.

"Maunya bukan hanya media tapi polisi 1x24 jam terungkap tapi semua butuh proses, butuh waktu untuk mengungkap ini. Ada proyektil, iya ditemukan proyektif. Namanya perampokan bersenjata, bisa dimiliki siapa saja karena informasi terakhir ambil duit Rp150 juta. Dia rutin, kerjaannya sering ambil duit, diingatkan suaminya. Kalau bisa dikawal, berdua tapi tidak mau. Bisa jadi dia diikuti," ujarnya.

Terkait proyektil yang ditemukan di tubuh korban tersebut, Kapolda tak banyak berkomentar. Pihaknya meminta waktu agar secepat mungkin untuk bisa mengungkap kasus tersebut karena sudah menjadi beban psikologis polisi, apalagi yang mengembang utama reserse dan kapolres akan mengungkapnya.[beritajatim]

Komentar

 
Embed Widget

x