Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 05:30 WIB

Jadi Politisi Harus Solutif, Bukan Destruktif

Oleh : Ivan Setyadi | Kamis, 10 Agustus 2017 | 06:25 WIB
Jadi Politisi Harus Solutif, Bukan Destruktif
Politisi Senior PPP Suharso Monoarfa - (Foto: Riset)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pidato Ketua Fraksi Nasdem Viktor Laiskodat serta Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Puyouno harus jadi pelajaran berharga bagi siapapun, khususnya politisi dalam menyampaikan pendapat.

Meski memiliki hak imunitas sebagai anggota DPR, politis juga harus paham jika setiap ucapannya bisa mempengaruhi banyak orang, khususnya konstituennya didaerah pemilhan.

"Kalaulah menangkap ada sesuatu yang tidak benar dan kemudian dengan jelas menstrukturkan ketidakbenaran itu sebagai suatu problem statement lalu disertai analis yang tajam dan usulan solusi," kata Politisi Senior PPP Suharso Monoarfa kepada INILAHCOM, Rabu (9/8/2017).

"Maka kita secara tidak langsung turut mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara," sambungnya optimis.

Anggota Dewan Perimbangan Presiden ini berharap kasus Viktor menjadi yang terakhir. Meski tensi politik tinggi jelang Pilkada 2018 serta pemilu 2019, para politisi harus bisa membangun atmoster politik yang sehat dan mendidik.

"Pernyataan para pemimpin, termasuk pemimpin politik dan politisi semestinya bersifat konstruktif sekalipun muatannya adalah sikap oposisi terhadap pemerintah," ungkapnya.

Jangan justru, perbedaan sikap politik dijadikan dasar untuk saling menyalahkan apalagi menjatuhkan."Setiap masalah bangsa tidak perlu kita cari tali temalinya ke siapa yang salah dan bahkan siapa yang memproduksinya ? Apalagi mengaitkannya dengan kesalahan masa lalu," tandasnya.

Komentar

 
x