Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 12:53 WIB

Sejauh Mana Viktor Berlindung Dibalik Hak Imunitas

Oleh : Ivan Setyadi | Kamis, 10 Agustus 2017 | 03:24 WIB
Sejauh Mana Viktor Berlindung Dibalik Hak Imunitas
Viktor Laiskodat - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis menganggap pidato yang disampaikan Ketua Fraksi Nasdem Viktor Laiskodat masih terlindung dalam hak imunitas sebagai anggora DPR.

"Sejauh yg saya amati, jawaban saya ya, bisa," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (9/8/2017).

Menurut penilaiannya, apa yang dilakukan VIktor dalam pidatonya di NTT masih melekat jabatan sebagai anggota dewan. Sebab kunjungannya saat itu adalah saat reses dan bertemu dengan konstituen.

Sistem hukum kita mengenal imunitas bagi seluruh anggota DPR, dipusat maupun didaerah. pengaturan tentang imunitas itu diatur dalam UU Nomor 17 2014 tentang MD3. Hak itu, imunitas, melekat pada setiap anggota DPR, dan berlaku pada saat anggota DPR melaksanakan fungsinya sebagai anggota DPR, baik di dalam gedung DPR maupun diluar gedung DPR.

"Eseninya terletak pelaksanaan fungsi kedewanan yang dilekatkan pada anggota DPR itu. Sepanjang anggota DPR melaksanakan fungsinya, sekalipun dilaksanakan di luar gedung DPR, hak imunitas itu melekat anggota DPR," ungkapnya.

Sehingga apapun yang disampaikan Viktor, sepanjang dia masih menjalankan fungsinya sebagai anggota DPR, tidak bisa dipidana.

"Sekontroversial apapun pernyataan anggota DPR itu, tidak menjadi alasan hilangnya imunitasnya. Point konstitusionalnya adalah anggota DPR melaksanakan fungsinya. Pelaksanaan itulah, yang menjadi penentu berlakunya imunitas itu," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI Viktor Laiskodat dalam sebuah pidato menyebut empat partai mendukung pembentukan negara berbasis khilafah di Indonesia. Diantaranya, Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat.

PAN dan Gerindra sudah melaporkan hal ini ke kepolisian. PKS akan melayangkan laporan yang sama pekan depan, sekaligus membawa pidato Viktor tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), sementara Partai Demokrat mengeluarkan pernyataan keras mengenai isi pidato tersebut.

Komentar

 
x