Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 05:18 WIB

Calon Haji Bawa Kerikil Rumah untuk Lempar Jumroh

Oleh : - | Rabu, 9 Agustus 2017 | 19:56 WIB
Calon Haji Bawa Kerikil Rumah untuk Lempar Jumroh
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menemukan satu kantong batu kerikil dari tas jamaah calon haji (JCH) kelompok terbang 38 asal Malang, yang akan berangkat melalui Embarkasi Surabaya.

Usman Yasir, pembawa krikil ini mengaku dirinya membawa batu kerikil yang dikumpulkan dari rumahnya untuk digunakan saat melontar jumroh di Tanah Suci.

"Saya mengumpulkan batu kerikil dari depan rumah, kemudian saya dibungkus pas kantong plastik dan saya taruh tas. Bawa kerikil untuk siap-siap jika tidak menemukan kerikil di sana, jadi tidak perlu mencari lagi," terang Usman Yasir.

Pria asal Karang Ploso, Malang ini menyadari bahwa kantong kerikil yang telah disiapkannya itu tidak lolos pemeriksaan dan tidak diperbolehkan dibawa saat proses pemeriksaan sterilisasi di Asrama Haji.

"Ya oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Juanda tidak diperbolehkan dibawa dan disita petugas. Tapi tidak apa-apa disita, soalnya saya bawa kerikil ini karena tidak tahu. Saya hanya khawatir tidak ada di sana," kata Usman.

Sementara itu, Wakil Sekretaris I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Sutarno Pertowiyono, membenarkan pihaknya menyita batu kerikil milik calon haji dan mengembalikannya ke petugas daerah.

"Sesuai aturan berlaku, apapun barang larangan yang dibawa calon haji disita dan dikembalikan ke petugas daerah untuk selanjutnya diserahkan ke keluarga calon haji yang bersangkutan," katanya.

Khusus batu kerikil, kata dia, pihaknya mengaku sudah kerap mengimbau kepada petugas di daerah serta ke jamaah calon haji tidak perlu membawa karena sudah tersedia di Tanah Suci.

"Batu untuk melontar jumroh di sana sudah banyak dan tidak perlu khawatir. Kami selalu mengimbau, termasuk saat proses manasik di daerah masing-masing," tuturnya. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
x