Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 23:42 WIB

Gerindra Sebut Viktor Laiskodat Tak Paham NKRI

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 9 Agustus 2017 | 14:11 WIB
Gerindra Sebut Viktor Laiskodat Tak Paham NKRI
Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Moh Nizar Zahro - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Moh Nizar Zahro menilai Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Viktor Bungtilu Laiskodat memiliki pemikiran yang sesat terhadap konsep khilafah.

"VBL terlalu sempit dalam menyimpulkan bahwa parpol-parpol yang tidak mendukung Perppu Ormas merupakan parpol pendukung khilafah," kata Nizar di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Ketua Umum SATRIA (Satuan Relawan Indonesia Raya) mengatakan pemikiran sempit inilah yang kemudian menggiring Viktor Laiskodat pada kesimpulan sesat yang akhirnya memunculkan tuduhan tidak beradab kepada empat partai politik, yaitu Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN dan PKS.

"VBL mestinya belajar terlebih dahulu tentang konsep khilafah sebelum melontarkan tuduhan yang tidak berdasar tersebut," ujarnya.

Anggota Komisi V DPR ini mengatakan Viktor harus mengetahui bahwa mayoritas umat Islam pesimis akan lahirnya pemerintahan khilafah di era modern ini, dimana saat ini masing-masing umat Islam sudah bernaung dibawah pemerintahan negara yang tersebar di seluruh dunia.

"Sehingga kemunculan wacana khilafah sejatinya merupakan gerakan utopis yang sangat sulit terwujud," jelas dia.

Menurut dia, ketika proses membuat dasar negara, para pendiri bangsa berdebat sangat alot tentang konsep dasar negara Indonesia yang akhirnya menyepakati bahwa dasar negara adalah Pancasila. Para pendiri bangsa menyadari bahwa kemajemukan Indonesia harus diikat dalam suatu kesepakatan yang luhur.

"Kesepakatan tersebut tertuang dalam Pancasila yang dalam uraian sila-silanya mampu mewadahi segenap elemen bangsa yang sangat majemuk dalam hal suku, bahasa, budaya dan agama," katanya.

Sehingga, kata dia, sudah menjadi kewajiban seluruh anak bangsa untuk mempertahankan dan memperkuat keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila. Dengan kasus ini membuktikan Viktor tidak memahami perjalanan berdirinya NKRI sehingga mengeluarkan pernyataan yang tidak berdasar dan tidak beradab.

"Sangat aneh jika mengkaitkan penolakan terhadap Perppu Ormas dengan Khilafah, keduanya adalah entitas yang berbeda dan tidak ada kaitannya," tandasnya.[jat]

 
x