Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Agustus 2017 | 11:08 WIB

Polisi Amankan Tiga Penyelundup Sabu ke Banten

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 9 Agustus 2017 | 12:55 WIB
Polisi Amankan Tiga Penyelundup Sabu ke Banten
(Foto: inilahcom/ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polri bersama kepolisian Taiwan berhasil mengamankan tiga orang tersangka pengendali penyelundupan 1 ton sabu yang akan diantar ke Anyer, Banten.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengungkapkan masing-masing yang diamankan berinisial AB, AP alias Aping, dan AP alias Apau. Ketiganya ditangkap di Taiwan.

"Jadi setelah kita periksa lima tersangka ABK dan tiga tersangka penjemput barang itu. Kami berikan info kepada Kepolisian Taiwan. Dari 15 Juli sampai 2 Agustus, Kepolisian Taiwan menginformasikan ke kami bahwa sudah ditangkap," kata Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Ia menjelaskan, dua dari tiga pelaku sempat berada di Malaysia ketika penyelundupan barang haram itu berlangsung.

Sementara peran satu orang lainnya hingga kini masih didalami. Untuk itu, lanjut Nico, pihaknya akan mengirim penyidik Polri ke Taiwan guna melakukan pemeriksaan terhadap ketiga pengendali tersebut dalam waktu dekat.

Adapun tujuan mengirimkan penyidik adalah untuk menggali keterangan bagaimana para tersangka bisa menyelundupkan barang harang dalam jumlah sebesar tersebut ke Indonesia.

Hal ini dirasa penting dan perlu dilakukan agar mengetahui modus-modus penyelundupan narkoba jaringan internasional ke Indonesia.

"Pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana cara mereka menunjuk kapten kapal, lalu mengambil barang di Myanmar, lalu mengantar barangnya untuk siapa. Yang jelas pengendali sudah tertangkap, jadi kemungkinan kita bisa membuka jaringan yang lebih luas lagi," paparnya.

Ia menambahkan, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus itu sudah dikirim ke kejaksaan. Jaksa penuntut umum (JPU) juga sudah ditunjuk. Ia berharap, para tersangka dihukum mati.

"Kami berharap dapat dituntut hukuman mati dan divonis hukuman mati karena jumlahnya luar biasa. Yang 100 hingga 200 kilogram saja sudah ada yang pernah dihukum mati, masa ini di atasnya kok tidak," tandasnya. [rym]

 
x