Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 16:11 WIB

Asman Minta Pegawai ASN Keluar dari Zona Nyaman

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 9 Agustus 2017 | 12:15 WIB
Asman Minta Pegawai ASN Keluar dari Zona Nyaman
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Asman Abnur - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Asman Abnur mengaku prihatin dengan kenyataan yang dihadapi oleh pegawai aparatur sipil negara (ASN) di bidang kehumasan yang sering terjebak dengan rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Asman menilai, saat ini para pegawai ASN di bidang kehumasan tidak berani keluar dari zona nyaman untuk berkreasi dan melakukan inovasi.

"Padahal, tantangan yang harus dihadapi oleh insan humas pemerintah sangat besar dan menghadang didepan mata," kata Asman di kantornya, Rabu (9/8/2017).

Ia menuturkan, salah satu tugas besar yang harus segera dilakukan humas pemerintah adalah membangun kepercayaan publik, antara lain melalui kampanye Gerakan Indonesia Melayani sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12/2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

"Melalui Inpres itu, Presiden menginstruksikan kepada jajaran pemerintahan mulai dari pusat sampai daerah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing untuk merealisasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental," paparnya.

Asman menjelaskan Gerakan Nasional Revolusi Mental mencakup lima program, antara lain Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri dan Gerakan Indonesia Bersatu.

"Dari kelima program tersebut, Kementerian PAN RB mendapat tugas untuk mengkoordinasikan program Gerakan Indonesia Melayani," jelasnya.

Adapun dalam Gerakan Indonesia Melayani, fokus pada sepuluh program mulai peningkatan kapasitas SDM, penegakan disiplin, manajemen kinerja, penyempurnaan standar pelayanan, perilaku pelayanan, peraturan perundang-undangan, debirokratisasi, sarana dan prasarana, penegakan hukum hingga penghargaan, sanksi dan keteladanan pimpinan.

Sebenarnya,ungkap Asman, berbagai program tersebut sudah tercantum dalam delapan area perubahan dalam reformasi birokrasi yang selama ini sudah diterapkan di seluruh kementerian/lembaga.

"Namun, dengan gerakan nasional ini implementasi reformasi birokrasi menjadi lebih fokus, sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat," katanya.

Asman menekankan dalam kampanye gerakan revolusi mental yang didalamnya termasuk Gerakan Indonesia Melayani, peran Humas dinilai sangat vital bukan saja dalam mengkomunikasikan kebijakan dan program instansi masing-masing.

"Tapi humas dituntut untuk bersinergi dengan jajaran humas dari berbagai instansi, baik pusat maupun daerah," tandasnya. [rym]

Komentar

 
x