Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 10:04 WIB

Lengkapi Berkas Novanto, KPK Panggil Marzuki Alie

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 9 Agustus 2017 | 11:02 WIB
Lengkapi Berkas Novanto, KPK Panggil Marzuki Alie
Mantan Ketua DPR Marzuki Alie - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui akan melakukan pemanggilan terhadap mantan Ketua DPR Marzuki Alie hari ini, Rabu (9/8/2017).

Pemanggian ini dilakukan penyidik lembaga antirasuah untuk melengkapi berkas penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang telah menyeret Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SN (Setya Novanto) terkait kasus pengadaan e-KTP," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Bersama Marzukie, lanjutnya, penyidik juga akan memanggil empat saksi lainnya untuk mendalami peranan Novanto di dalam perkara ini.

Para saksi lainnya yang akan dipanggil antara lain mantan anggota DPR RI Numan Abdul Hakim, Ketua Tim Teknis Pengadaan e-KTP Husni Fahmi, Direktur Utama PT Noah Arkindo Hoan Dedei dan swasta yang bernama Junaidi Adinata.

"Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SN," imbuh Febri kepada awak media.

Adapun para saksi yang dipanggil hari ini beberapa diantaranya merupakan pihak-pihak yang disebut menerima uang proyek e-KTP.

Marzuki Alie disebut menerima uang e-KTP dari Andi Narogong. Uang tersebut diberikan kepada politikus Partai Demokrat itu dengan kode 'MA' sejumlah Rp20 miliar.

Sementara, nama Husni Fahmi disebut menerima uang sejumlah USD 150 ribu dan Rp 30 juta. Husni juga disebut berperan sebagai orang yang membagi-bagikan uang dari Sugiharto kepada beberapa tim teknis.

Dalam perkara ini, dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto sudah divonis masing-masing tujuh dan lima tahun penjara. Keduanya terbukti bersalah melakukan korupsi e-KTP secara bersama-sama.

Tersangka ketiga, yakni Andi Narogong yang diduga sebagai salah satu pemeran utama bancakan proyek senilai Rp 5,9 triliun. Berkas penyidikan Andi sudah lengkap dan akan segera disidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Ketua DPR Setya Novanto juga ditetapkan sebagai tersangka. Nama Novanto disebut melakukan korupsi e-KTP secara bersama-sama dalam dakwaan dan tuntutan.

Politikus Partai Golkar Markus Nari pun ditetapkan sebagai tersangka kelima. Selain tersangka korupsi e-KTP, Markus juga menjadi tersangka penghalang proses penyidikan dan persidangan.

Markus diduga menyuruh Miryam S Haryani untuk mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) dalam sidang. Alhasil, politikus Hanura tersebut ditetapkan sebagai tersangka pemberi keterangan palsu. [rym]

 
x