Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 15:07 WIB

Ini Alasan Politisi Ramai Saling 'Serang'

Oleh : Ivan Setyadi | Rabu, 9 Agustus 2017 | 04:32 WIB
Ini Alasan Politisi Ramai Saling 'Serang'
Politisi senior Fahmi Idris - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pernyataan kontroversial politisi beberapa hari kebelakang rupanya bermuara pada satu alasan. Dari ucapan Waketum Gerindra Arief Puyouno sampai yang terbaru Ketua Fraksi Nasdem Viktor Laiskodat.

Politisi senior Fahmi Idris menyebut kesamaan dari dua pernyataan komentar politisi diatas adalah kampanye politik."Ini menjelang pilkada, pilpres apalagi, membuat banyak dikalangan politisi bersiaplahya menghadapai dua event besar itu tadi pilkada maupun pilpres," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (8/8/2017).

Dua event tersebut, ujar Menteri Perindustrian era SBY ini, tentu membutuhkan kekuatan penuh dari tiap partai politik di Indonesia.

"Sehingga, semakin dekatnya dua event tadi, ketegangan didalam kehidupan politik. Sehingga hal-hal yang seharusnya bisa dilakukan dengan sopan itu menjadi terabaikan," ungkapnya.

Namun sebagai politisi senior, Fahmi menghimbau agar para politisi dan juga partai politik sama-sama menjaga kondusifitas kehidupan politik di Indonesia. Menciptakan iklim politik yang sejuk untuk masyarakat.

"Yang bisa mencegah hal ini adalah politisi itu sendiri, partai politik sendiri. mereka yang bisa mengurangi tensi ketegangan ini. sebab bagaimanapun, mereka ini akan mempengaruhi kehidupan sosial politik pada umumnya," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI Viktor Laiskodat dalam sebuah pidato menyebut empat partai mendukung pembentukan negara berbasis khilafah di Indonesia. Diantaranya, Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat. PAN dan Gerindra sudah melaporkan hal ini ke kepolisian. PKS akan melayangkan laporan yang sama pekan depan, sekaligus membawa pidato Victor tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), sementara Partai Demokrat mengeluarkan pernyataan keras mengenai isi pidato tersebut.

Sebelum Viktor, ada Arief Puyouno yang menyebut PDI Perjuangan identik dengan PKI. Namun sebelum ramai, Arief langsung melayangkan surat permohonan maaf kepada PDI Perjuangan.

Komentar

 
x