Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 21:06 WIB

PBNU Minta Jajaran Demo Kebijakan Full Day School

Oleh : Willi Nafie | Selasa, 8 Agustus 2017 | 20:36 WIB
PBNU Minta Jajaran Demo Kebijakan Full Day School
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah tak menjabarkan penguatan pendidikan karakter sebagaimana yang dikampanyekan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

"Penguatan karakter tidak bisa secara serta merta disamakan dengan penambahan jam belajar. Baik dan buruknya karakter peserta didik tidak linier dan tidak ditentukan oleh dengan lama durasinya dari lingkungan sekolah," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, Selasa (8/8/2017).

Bahkan kata dia, kebijakan di atas justru bakal menggerus eksistensi Madrasah Diniyah. Padahal pesantren dalam hal ini Madrasah Diniyah menjadi tulang punggung penangkal radikalisme.

"Ironis jika Iembaga yang menjadi harapan untuk membangun karakter tunas-tunas bangsa justru malah diusik dan diancam eksistensinya," tuturnya.

Atas dasar pertimbangan di atas, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, serta seluruh struktur NU di semua tingkat kepengurusan, serta pengurus lembaga, di semua tingkat kepengurusan. Melakukan aksi dan menyatakan sikap menolak Pemendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah dan kebijakan-kebijakan lain yang merugikan pendidikan di Madrasah Diniyah.

Kemudian PBNU mendesak pemerintah di masing-masing tingkatan (Gubernur/Bupati/Walikota) untuk menolak pemendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah

Serta melakukan upaya-upaya lain di masing-masing wilayah untuk menolak Pemendikbud Nomor 23 Tahun 2017. [fad]

 
Embed Widget

x