Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 15:01 WIB

Empat Desa di Kalteng Terendam Banjir

Oleh : Fadhly Zikry | Selasa, 8 Agustus 2017 | 16:00 WIB
Empat Desa di Kalteng Terendam Banjir
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Sampit - Sebanyak empat desa di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), terendam banjir pasca wilayah itu diguyur hujan kemarin, Senin (7/8).

"Ada empat desa yang terendam banjir yaitu Desa Sei Puring, Tumbang Manya, Tumbang Kalang Kalang, dan Desa Sei Hanya. Ketinggian air mencapai satu meter," kata Camat Antang Kalang, Berdikari, Selasa (8/8/2017).

Hujan deras yang nyaris seharian penuh mengguyur, membuat sungai meluap dan merendam permukiman yang ada di bantaran sungai dan dataran rendah.

Banjir kali ini merupakan banjir kedua yang dialami warga setempat pada tahun ini karena Mei lalu sejumlah desa di kecamatan itu juga direndam banjir.

Kecamatan Antang Kalang bisa ditempuh dengan waktu sekitar lima jam dari Sampit, saat kondisi normal. Namun saat musim hujan seperti sekarang waktu tempuh bisa lebih lama karena jalan rusak, licin dan rawan ambles.

Banjir terjadi hampir setiap musim hujan seperti sekarang. Masyarakat tetap bertahan tinggal di dekat sungai karena sudah terbiasa dan akivitas mereka juga banyak memanfaatkan sungai.

Saat banjir, warga mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Biasanya mereka membuat perabotan rumah tangga dengan kaki-kaki yang cukup tinggi dari lantai sehingga bisa dijadikan tempat untuk menaruh barang lainnya saat banjir terjadi.

Masyarakat berharap hujan deras tidak terjadi lagi sehingga banjir segera surut. Meski begitu, warga tetap waspada banjir kembali meninggi.

"Sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi," kata Berdikari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur, Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya terus memantau banjir di Antang Kalang. Pihaknya juga sudah melaporkan kondisi di lapangan kepada bupati.

"Sekarang Tim Reaksi Cepat BPBD Kotim terus memantau perkembangan di desa-desa yang terendam banjir sambil berkoordinasi dengan camat Antang Kalang. Bila dalam satu atau dua hari ini banjir belum juga surut, tim langsung terjun ke lapangan," kata Yusuf.

Kotawaringin Timur silih berganti dilanda bencana. Sepekan terakhir tim gabungan berjibaku memadamkan puluhan hektare lahan gambut yang terbakar di sejumlah kecamatan. Saat ini pun tim gabungan masih berjaga di posko operasional. Namun kini, muncul lagi musibah banjir. [tar]

Tags

Komentar

 
x