Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 13:44 WIB

Buka Kejurnas Silat

Jokowi: Saya bukan Wali Kota Lagi Tapi Presiden

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 8 Agustus 2017 | 14:23 WIB
Jokowi: Saya bukan Wali Kota Lagi Tapi Presiden
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo resmi membuka Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017 di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).

Jokowi juga bersilaturahmi dengan sejumlah ulama yang ada di pondok pesantren tersebut.

Jokowi pun mengapresiasi pondok pesantren tersebut yang konsiten melestarikan kebudayaan silat yang merupakan warisan budaya Indonesia yang merupakan salah satu perwujudan karakter bangsa.

Bahkan, seni bela diri ini kini telah dikenal luas hingga mancanegara. Sebagai sebuah perwujudan karakter bangsa, Jokowi menegaskan agar warisan leluhur tersebut perlu untuk dijaga dan dirawat bersama.

"Tanpa kesadaran kita untuk menjaga dan merawat seni tradisi pencak silat ini, kita akan kehilangan sebuah karakter. Inilah sebuah karakter bangsa yang harus kita rawat dan jaga bersama-sama," kata Jokowi.

Adapun dalam kesempatan ini, Jokowi tampak mengenakan baju pendekar berwarna hijau lengkap dengan ikat kepalanya.

Ia mengungkapkan, saat masih menjabat Wali Kota Solo, dirinya pernah meresmikan kegiatan serupa yang diselenggarakan di Solo.

Kini, mantan Gubernur DKI ini kembali membuka kejuaraan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan tradisi pencak silat.

"Sekarang, hari ini, saya membuka lagi. Sudah bukan wali kota, tetapi presiden," gurau Jokowi disambut tepuk tangan para hadirin.

Menurut Jokowi, pencak silat merupakan sarana putra bangsa dalam menunjukkan etos kerja dan produktivitas kepada dunia luar.

Selain itu, pencak silat juga dapat menumbuhkan semangat berani berkompetisi dan bersaing bagi anak-anak muda.

"Inilah pendidikan karakter yang memang hendak ditanamkan pemerintah melalui pengembangan sumber daya manusianya. Saya senang, Pak Kiai tadi menyampaikan, silat ini bukan ingin mengadu manusia dengan manusia, tetapi kita ingin memberikan sebuah karakter kuat kepada remaja-remaja kita. Berani bersaing, bertanding, dan berkompetisi," paparnya.

Untuk diketahui, kejuaraan yang dihelat mulai 8 Agustus hingga 11 Agustus 2017 tersebut merupakan kegiatan rutin untuk melahirkan atlet-atlet pencak silat muda Indonesia.

Kegiatan tersebut sekaligus sebagai sebuah upaya untuk merawat silat sebagai warisan budaya leluhur bangsa Indonesia. Sekretaris Kabinet Pramono turut hadir dalam acara tersebut. [fad]

Tags

 
x