Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 20:45 WIB

Full Day School,Menag tak Sepakat dengan Mendikbud

Oleh : Fadhly Zikry | Selasa, 8 Agustus 2017 | 13:30 WIB
Full Day School,Menag tak Sepakat dengan Mendikbud
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Yogyakarta - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin tidak sepakat dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi tentang kebijakan full day school atau kebijakan lima hari sekolah.

Politikus PPP itu berharap kebijakan lima hari sekolah tidak dipaksakan diterapkan secara merata ke seluruh sekolah.

"Saya berharap mudah-mudahan itu bukan kebijakan yang harus diwajibkan secara merata," kata Lukman usai meresmikan Gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (8/8/2017).

Lukman pun memberikan pandangannya tentang kebijakan tersebut. Menurut dia, jika kebijakan lima hari sekolah itu diterapkam dan diwajibkan kepada seluruh lembaga pendidikan, akan banyak pihak yang akan keberatan, khususnya di kalangan madrasah diniyah atau pondok pesantren (ponpes).

"Madrasah diniyah dan ponpes kita, para kiyai, ulama kita akan sangat berkeberatan karena kebijakan itu akan mempengaruhi sistem pendidikan dan pengajaran yang telah dikembangkan di ponpes selama puluhan tahun," tuturnya.

Oleh sebab itu, jika kebijakan itu tetap diterapkan, sekolah, siswa, bahkan wali murid harus diberikan keleluasaan untuk memilih apakah bersedia menerapkan program tersebut atau tidak.

"Saya kira itu akan lebih arif daripada dipaksakan, namun kenyataannya mendapatkan resistensi sangat tinggi," ujarnya.

Menurut Lukman, pemerintah sebetulnya tidak pernah menekankan lima hari sekolah, melainkan lebih menekankan pada penguatan pendidikan karakter. Sebab kebijakan itu, ia sadari tetap akan mendapatkan pertengan di kalangan madsarah dan pondok pesantren.

"Itu yang ditekankan sesungguhnya adalah penguatan pendidikan karakter. Poinnya bukan pada lima hari sekolah," tandasnya. [tar]

Komentar

 
x