Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 07:11 WIB

Kasus Viktor Laiskodat

Gerindra: Biarkan Rakyat yang Menilai NasDem

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 8 Agustus 2017 | 11:13 WIB
Gerindra: Biarkan Rakyat yang Menilai NasDem
Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Sodik Mudjahid - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Sodik Mudjahid mengatakan masyarakat bisa menilai bagaimana sikap Partai NasDem yang tidak mau meminta maaf atas pernyataan Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai Ketua Fraksi NasDem DPR kepada Gerindra dan partai politik lainnya yang difitnah.

"Soal tidak mau minta maaf ya biar saja masyarakat yang menilai, mereka sudah sangat cerdas," kata Sodik di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini meminta partai besutan Surya Paloh itu jangan memanipulasi opini menjadi terbalik, yakni Viktor membela Pancasila dan yang melawan Viktor adalah anti Pancasila.

"Ini terbalik, cara dan apa yang dikatakan Viktor itulah yang tidak Pancasilais," ujarnya.

Menurut dia, umat Islam tidak ada niat sekalipun untuk membunuh siapa pun termasuk membunuh hadirin Nasdem di acara Viktor yakni Kupang, NTT. Sebab, dalam sejarah NKRI bahwa umat Islam tidak pernah melakukan itu bahkan sering jadi sasaran pembunuhan seperti apa yang akan dilakukan Viktor.

"Pernyataan untuk membunuh duluan mencerminkan hati yang bermusuhan dengan kaum muslimin Indonesia," jelas dia.

Jadi, kata Sodik, salah apabila ormas dan partai politik yang menentang Perppu adalah menentang Pancasila. Menurutnya, soal Pancasila dan NKRI sudah selesai bagi ormas Islam apalagi untuk Gerindra.

"Perppu Ormas bukan hanya soal HTI dan khilafah, tapi soal demokrasi di negara Pancasila yang harus kita luruskan dan kita jaga. Jangan berubah jadi otoriter," tandasnya.

Untuk diketahui, beredar di media sosial orasi Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat yang mengatakan ada sebagian kelompok yang ingin membuat negara khilafah. Celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga.

Yang dukung supaya kelompok ekstrimis ini tumbuh berkembang di NTT partai nomor satu Gerindra, kedua Demrokrat, PKS dan PAN. Situasi nasional partai ini mendukung kaum intoleran.[ris]

 
x