Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 20:34 WIB

Fadli Sebut Klarifikasi NasDem Sama dengan Ahok

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 7 Agustus 2017 | 20:11 WIB
Fadli Sebut Klarifikasi NasDem Sama dengan Ahok
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan Partai NasDem tidak memiliki rasa bersalah atas apa yang diucapkan Ketua Fraksi NasDem DPR Victor Bungtilu Laiskodat di NTT pada Senin (1/8/2017).

"Partai NasDem kelihatannya tidak ada sedikit pun rasa bersalah, tidak ada sedikit pun rasa penyesalan bahkan membela pidato yang sudah jelas-jelas menurut saya menimbulkan fitnah, adu domba dan juga kesalahpahaman yang meluas di masyarakat. Sikap yang merugikan diri sendiri," kata Fadli di Gedung DPR, Senin (7/8/2017).

Ia menjelaskan sejumlah partai politik sudah melakukan aduan ke kepolisian dan sudah sangat jelas tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan Victor, sehingga tidak perlu ada interpretasi.

"Kalau alasannya cuma masalah diedit-edit itu kaya Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) dulu, Ahok juga argumentasinya kayak gitu. Tidak utuh, sama persis argumentasinya kayak Ahok dulu," ujarnya.

Menurut dia, kalau melihat apa yang diucapkan terkait partai-partai politik itu jelas tidak perlu interpretasi. Sehingga, tidak perlu ahli bahasa untuk memahami apa yang dia tuduhkan. Belum lagi soal negara khilafah, ada bunuh-bunuhan disitu seperti PKI dulu.

"Siapa yang duluan membunuh, bunuh dulu sebelum dibunuh dan sebagainya. Saya kira itu jelas ujaran-ujaran yang mengandung provokasi yang berbahaya dan memecah belah NKRI. Dia lah yang melakukan pemecah belahan, dia lah yang melakukan adu domba," jelas dia.

Untuk diketahui, beredar di media sosial orasi Ketua Fraksi Partai NasDem Victor Bungtilu Laiskodat yang mengatakan ada sebagian kelompok yang ingin membuat negara khilafah. Celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga.

Yang dukung supaya kelompok ekstrimis ini tumbuh berkembang di NTT partai nomor satu Gerindra, kedua Demrokrat, PKS dan PAN. Situasi nasional partai ini mendukung kaum intoleran. [ton]

Komentar

 
x