Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 21:07 WIB

Jokowi Bahas Masalah Karhutla dan Dana Desa

Oleh : Ray Muhammad | Senin, 7 Agustus 2017 | 15:06 WIB
Jokowi Bahas Masalah Karhutla dan Dana Desa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memanggil jajaran kabinetnya ke Istana, Senin (7/8/2017) siang untuk membahas berbagai persoalan.

Pemanggilan terhadap jajaran kabinetnya ini mulai berlangsung sejak pukul 11.00 WIB dengan kemunculan Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Tak lama, tampak hadir Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Selain itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Berdasarkan informasi, Jaksa Agung M Prasetyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga dipanggil oleh Jokowi. Namun kedatangan keduanya tak terpantau media.

Usai pertemuan, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengaku pertemuannya bersama Jokowi hari ini membahas masalah kebakaran hutan yang kembali terjadi baru-baru ini.

"Tadi dibahas apakah sudah diperlukan untuk rapat koordinasi lagi kebakaran hutan dan lahan karena eskalasinya meningkat. Saya akan tindak lanjuti dengan Seskab. Saya akan segera menyurati untuk minta rakor seluruh kepala daerah, terutama di daerah yang rawan karena ada pemain baru seperti Aceh, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara kemudian NTT," jelas Siti di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

Sementara itu, Mendes PDT Eko Putro Sandjojo mengungkapkan pertemuannya dengan Kepala Negara hari ini membahas soal dana desa yang merupakan bagian dari program kementeriannya.

"Tadi dibahas soal dana desa, beliau tanyakan dana desa sampai saat ini efektif atau tidak. Saya bilang efektif karena sebagian besar penggunaan dana desa masih baik dan masyarakat desa pun bisa belajar dengan cepat," ujar Eko.

Ia mengungkapkan alasan efektifitas dana desa dengan mencontohkan penggunaannya tahun 2015 yang penyerapannya baru sebesar 82 persen di level desa.

"Kemudian naik signifikan menjadi 97 persen di tahun 2016. Artinya masyarakat desa secara administrasi sudah mampu mengelola dana desa," ucap dia.

Tak hanya itu, penggunaan dana untuk tiap desa pun meningkat. Tahun lalu hanya Rp600 juta, kini menjadi Rp800 juta.

Dana tersebut antara lain digunakan untuk pembangunan jalan, mendirikan sekolah PAUD serta penyediaan sarana air bersih.

"Memang kecil- kecil itu sarana. Tapi jumlahnya banyak ada 74.754 desa, sekarang 74.910 desa. Kalau ditotal desa telah membuat jalan 66 ribu kilometer dengan dana tersebut, 38 ribu unit penahan longsor. Penahan bisa mengurangi kejadian tanah longsor di Tanah Air. Tahun lalu, curah hujan tinggi, kejadian tanah longsor hanya terjadi tiga kali. Itu berapa nyawa terselamatkan, kemudian bikin MCK. Itu jumlahnya ribuan dan masif," paparnya. [ton]

 
x