Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 09:49 WIB

Fahri Sebut Kasus Victor Mirip Novanto di MKD

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 7 Agustus 2017 | 15:11 WIB
Fahri Sebut Kasus Victor Mirip Novanto di MKD
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menilai kasus yang dialami Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Victor Bungtilu Laiskodat mirip dengan Ketua DPR Setya Novanto yang dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan (MK) DPR RI.

Menurut dia, kalau Victor Laiskodat dilaporkan ke pidana umum pasti minta persetujuan MKD dan presiden. Tentunya, tapi kalau di MKD tidak perlu izin siapa-siapa sehingga MKD bisa langsung melakukan pemeriksaan di sana.

"Dan kemudian terjadilah klarifikasi, seperti yang dulu terjadi dengan Pak Novanto kan. Pak Novanto kan dulu pernah disidang karena ucapan juga, artinya ada kemiripan juga," kata Fahri di Gedung DPR, Senin (7/8/2017).

Namun, Fahri tidak mau berspkeluasi sanksi yang akan diterima oleh Victor Laiskodat atas pernyataan politiknya yang menuding beberapa partai politik pendukung kelompok radikal yang ingin mendirikan negara khilafah.

"Kita belum tahu karena belum terjadi persidangannya, apapun itu pasti ada klarifikasi, tidak boleh ada persidangan di dunia ini yang hanya sepihak. Makanya, di dalam kesalahan pidato Pak Victor itu yang saya baca, misal soal konsep khilafah," ujarnya.

Ia mengatakan dulu di masa khilafah ali bin Abi Tholib pernah dikalahkan oleh persidangan melawan pemuda yahudi yang merebut baju perangnya, jadi dalam khilafah sendiri itu bisa dikalahkan oleh hukum.

"Nah untuk kepentingan itu juga tiap orang harus hormati proses persidangan, baik etika maupun hukum. Biarkan kedua belah pihak saling klarifikasi, jadi negara beradab itu tidak boleh ada keputusan sepihak begitu melihat persoalan ini," tandasnya.

Untuk diketahui, beredar di media sosial orasi Ketua Fraksi Partai NasDem Victor Bungtilu Laiskodat yang mengatakan ada sebagian kelompok yang ingin membuat negara khilafah. Celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga.

Yang dukung supaya kelompok ekstrimis ini tumbuh berkembang di NTT partai nomor satu Gerindra, kedua Demrokrat, PKS dan PAN. Situasi nasional partai ini mendukung kaum intoleran. [ton]

 
Embed Widget

x