Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 22:02 WIB

Istana Konservasi Lukisan Karya Basoeki Abdullah

Oleh : Ray Muhammad | Minggu, 6 Agustus 2017 | 19:30 WIB
Istana Konservasi Lukisan Karya Basoeki Abdullah
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu lukisan karya Basoeki Abdullah yang saat ini dipajang di salah satu sudut Istana Negara, Jakarta ikut dihadirkan dalam pameran 'Senandung Ibu Pertiwi' yang digelar di Galeri Nasional, Jakarta Pusat sejak 1 Agustus lalu.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengungkap sisi lain dari lukisan ini. Lukisan tersebut merupakan salah satu karya seni dari koleksi Bung Karno tahun 1942.

"Lukisan ini diletakan di ruang Cinderamata, Istana Negara, Jakarta. Lukisan yang dinamai Pantai Flores ini dilukis dengan cat minyak di atas kanvas," jelas Bey melalui keterangan persnya, Jakarta, Minggu (6/8/2017).

Bey menuturkan, lukisan yang merupakan aset bernilai Rp1.572.500.000 ini mengingatkan seluruh lapisan masyarakat bahwa Indonesia Timur merupakan wilayah negeri ini yang dikenal dengan keindahan alamnya.

"Sejauh mata memandang, lukisan tersebut mampu membangkitkan kecintaan kita pada Republik Indonesia, rasa cinta tanah air. Karya ini juga termasuk salah satu yang dipamerkan dari koleksi Istana Kepresidenan Jakarta," tuturnya.

Adapun lukisan yang berusia setengah abad lebih tersebut, saat ini dalam kondisi kotor dan berdebu. Bagian varnisnya pun sudah terlihat menguning. Untuk itu, pihak Istana melakukan konservasi terhadap lukisan yang sebagian besar bagiannya telah tampak mengalami kerusakan cukup parah itu.

"Catnya sudah rapuh dan kering, bahkan sebagian terkelupas ini perlu perawatan serius. Pekerjaan konservasi dengan tingkat kerusakan hampir 70 persen ini memerlukan waktu sekitar dua minggu, sehingga kondisi kembali seperti semula," ujarnya.

Proses konservasi yang dilakukan antara lain meliputi light cleaning (pembersihan ringan dengan kwas dan vacuum), chemical cleaning (pembersihan dengan bahan pelarut yang aman), framing/reframing (bongkar/ pasang spanram), restretching (mengencangkan kanvas yang kendor), inpainting (tusir warna), repainting (melukis ulang dengan mempertimbangkan bentuk-tekstur-warna), retouching (memantaskan tampilan), varnishing (varnis), stripping (mengangkat overpaint/ cat yang tidak sesaui) hingga consolidation (penguatan cat rapuh).

"Bahan kimia yang digunakan diantaranya methyl ethyl ketone (MEK) sebagai bahan pelarut, emulsi yang mengandung 2-butanone oxime dan oil modified alkyd resin sebagai konsolidan cat rapuh dan kaku," imbuh Bey.

Untuk diketahui, pengertian konservasi dalam karya seni lukis yaitu upaya untuk melestarikan dan merawat suatu karya agar dapat bertahan lama dan dapat dinikmati di masa yang akan datang.

Selain merawat atau menjaga karya sebelum terjadi kerusakan (konservasi preventif), tindakan konservasi juga dilakukan terhadap koleksi yang rusak karena faktor usia dan iklim (konservasi kuratif-restoratif).

Oleh karena itu, dalam melakukan proses konservasi diperlukan tenaga konservasi (konservator) handal serta memahami metode, proses dan penggunaan alat konservasi yang benar. Hal ini agar karya yang ditangani dapat kembali seperti sediakala dan tetap lestari. [rym]

Tags

Komentar

 
x