Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 17:15 WIB

Istana Libatkan Empat Kurator di Pameran Lukisan

Oleh : Ray Muhammad | Minggu, 6 Agustus 2017 | 17:00 WIB
Istana Libatkan Empat Kurator di Pameran Lukisan
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ada persiapan menarik dibalik penyelenggaraan pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan Senandung Ibu Pertiwi yang kembali digelar dalam rangka memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI.

Istana mengungkapkan, setidaknya ada empat orang kurator yang terlibat dalam pameran lukisan kali ini. Para kurator tersebut antara lain Amir Sidharta, Mikke Susanto, Asikin Hasan dan Sally Texania.

"Sebagaimana disampaikan Ketua Kurator Asikin Hasan di Galeri Nasional pada 19 Juli 2017, tema dan pesan dari pameran, pertama yaitu Senandung Ibu Pertiwi bila diartikan mengandung makna tanah air, diartikan sebagai sebuah kekuatan didalamnya mengandung macam-macam potensi," jelas Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin melalui keterangan persnya, Jakarta, Minggu (6/8/2017).

Adapun filosofi pameran ini terlihat dari lukisan yang dipamerkan sebagai bentuk dari keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, agama yang semakin utuh dan kuat. Pameran pun dipecah menjadi empat bagian.

"Pertama, keragaman alam dari koleksi Istana di Bogor, Cipanas, Jakarta, Bali, Yogya yang mengambil tema pemandangan alam di Indonesia. Pada masa itu, perupa beredar diseluruh penjuru nusantara, di Sulawesi, Sumatra Barat, Jawa dan sedikit Bali," lanjut Bey.

Bey mencontohkan lukisan Pantai Flores karya Bung Karno yang dilukis ulang oleh Basoeki Abdullah. Mahat di Sumatra Barat, Gunung Merapi dan pemandangan alam karya Abdullah Soeriosubroto serta Wakidi yang melukis pemandangan alam.

"Bagian kedua, adalah kegiatan atau aktivitas sehari-hari dengan fokus pada nelayan dan juga petani. Lukisan yang dipamerkan adalah lukisan penjual ayam dan bakul buah, penjual sate dan kegiatan sehari-hari di masa lalu, dan kehidupan para nelayan dan petani," paparnya.

Bagian ketiga adalah tradisi tari dan kebaya. Sekitar 15 lukisan mengambil tema Tari Rejang akan dipamerkan. Sang Proklamator, Ir Soekarno pada masa itu membangun nasionalisme melalui pakaian pria berpeci dan perempuan berkebaya.

"Saat itu dimana identitas dibangun dari pakaian. Di banyak arsip memperlihatkan foto-foto perempuan umumnya berkebaya. Adapun bagian keempat adalah mitologi dan religi yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat kita, yang kemudian belakangan berkembang agama, memperkaya keragaman di Indonesia dengan masuknya Islam, Hindu, Budha, Konghucu yang saling memperkuat, menggambarkan kebersamaan, gotong royong terkait satu sama lain," tandasnya. [rym]

Tags

Komentar

 
x