Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 05:34 WIB

Pertemuan PDIP-Hamzah Haz Rajut Islam-Nasionalis

Oleh : Ivan Setyadi | Sabtu, 5 Agustus 2017 | 15:39 WIB
Pertemuan PDIP-Hamzah Haz Rajut Islam-Nasionalis
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politisi senior PPP Habil Marati menyebut kunjungan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto ke Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz merupakan komunikasi kelompok islam dan nasionalis.

Dalam pertemuan itu, kata Habil, Hamzah Haz tak sekedar sebagai bagian keluarga besar PPP, melainkan juga dalam kapasitasnya sebagai mantan Wakil Presiden RI sekaligus tokoh Islam.

"Di mana ingin merajut kembali komunikasi antara tokoh Islam dan tokoh nasional diwakili PDI-P," kata Habil kepada wartawan usai pertemuan.

Untuk diketahui, Hamzah Haz pada 2001 terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-9 mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri.

Habil melanjutkan, pihaknya tidak ingin tokoh nasionalis dan tokoh Islam dipecah belah, karena terbukti dalam kepemimpinan Megawati-Hamzah Haz kedua kelompok itu mampu berjalan bersama melewati krisis.

"Semua jelas. Jangan sampai tokoh nasionalis dan Islam dipecah belah. Ini yang kita hindari. Etika politik juga harus dibangun. PDIP belum sebut capres, partai lain sudah mendahului," ujarnya.

Habil mengatakan, dalam pertemuan tersebut Hamzah Haz juga sempat menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi negara, seperti rakyat yang miskin akhlak, miskin materiil, dan persoalan bangsa yang lain.

Sementara itu Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyebut kunjungan dirinya sebagai upaya merawat silaturahmi sekaligus nostalgia masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri-Hamzah Haz.

"Hari ini ditugaskan oleh Bu Megawati untuk berkunjung ke bapak Hamzah Haz membangun tali silaturahim," kata Hasto. Turut mendampingi Hasto yakni Sekjen Bamusi Nasyirul Farah Amru.

Hasto berkata, dalam pertemuan tadi Hamzah Haz sempat menceritakan masa-masa ia menjabat sebagai Wakil Presiden. Salah satunya adalah kisah kebiasaan Hamzah Haz memegang tangan Mega.

Sikap itu, kata Hasto, sebagai tanda bahwa ada yang harus didiskusikan terlebih dahulu sebelum keduanya mengambil keputusan.

Komentar

 
x