Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 03:05 WIB

Waketum Gerindra Minta Maaf ke PDIP

Banyak Politisi Dinilai tak Pakai Etika Politik

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 5 Agustus 2017 | 03:06 WIB
Banyak Politisi Dinilai tak Pakai Etika Politik
Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berhak membawa kasus pernyataan Waketum Gerindra Arief Poyuwono ke ranah hukum meskipun Arief sudah meminta maaf.

"Saya kira soal hukum itu urusan internal PDIP, bila mereka merasa bahwa ucapan Arief itu telah merusak citra partai secara institusi bisa saja melalui proses hukum," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (4/8/2017).

Lewat kasus ia menilai memang masih banyak politisi yang kurang menempatkan etika politik dalam menyampaikan pendapat yang berakibat gaduh dan bisa merusak nilai-nilai etika dalam kehidupn berbangsa dan bernegara.

"Lingusitik politik para politisi itu mengalami krisis makna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Politik sebagai sarana menata kehidupan bersama diplesetkan menjadi sarana untuk menyerang sesama," ulasnya.

Diketahui sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyouno meminta maaf secara terbuka kepada PDIP. Ini karena pernyataan dirinya yang menyamakan PDIP seperti PKI. Permohonan maafnya dibuat secara tertulis dan ditandatangani di atas meterai Rp 6.000.

"Bersama ini terkait pemberitaan di beberapa di media massa yang menyebutkan pernyataan saya yang mengatakan, 'Wajar saja kalau PDIP sering disamakan dengan PKI karena menipu rakyat', dengan ini saya mengklarifikasi bahwa saya tidak bermaksud mengatakan bahwa PDIP adalah PKI dan menipu rakyat," demikian kutipan surat dan pernyataan Arief dalam keterangan tertulis, Selasa (1/8/2017).

Dalam pernyataannya, Arief mengatakan tidak benar PDIP adalah PKI serta menipu karena PDIP disebutnya partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Dia juga mengatakan PDIP adalah partai yang berlandaskan Pancasila dan bekerja serta memperjuangkan rakyat Indonesia untuk kemakmuran bangsa dan negara.

"Karena itu, untuk meluruskan kesalahpahaman, saya Arief Poyuono meminta maaf yang sebesar-besar nya pada Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran kader PDIP yang merupakan sahabat-sahabat saya atas statement saya tersebut di atas," kata Arief.

Sebelumnya Arief melayangkan pernyataan offensif saat menanggapi keluhan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal UU Pemilu. Kala itu Hasto menanggapi kritik Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut UU Pemilu sebagai lelucon politik yang menipu rakyat Indonesia.

"Nah biasanya sifat PKI itu anti-kritik dan melanggar Konstitusi. Makanya wajar sehingga PDIP sering disamakan dengan PKI seperti keluhan Hasto kepada media saat menanggapi pernyataan Prabowo di Cikeas saat bertemu SBY. Sebab, sifat dasar PKI kan bertindak tanpa otak dan kurang waras serta melanggar konstitusi dan menipu rakyat dengan jargon kerakyatan," kata Arief, Senin (31/7/2017). [hpy]

 
x