Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:03 WIB

Suap Gubernur Bengkulu, KPK Panggil Kadis PU

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 1 Agustus 2017 | 11:19 WIB
Suap Gubernur Bengkulu, KPK Panggil Kadis PU
Jubir KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Dinas PU Kota Bengkulu Syaftiandi. Dia akan dimintai keterangan terkait kasus yang menjerat Lilly Martiani Maddari selaku istri Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti.

Bersama Syaftiandi, KPK juga memanggil saksi lain. Mereka adalah PNS PPTK Dinas PU Provinsi Bengkulu, Ari. Kemudian, PNS Dinas PU Provinsi Bengkulu Merianto dan PNS staff PU Provinsi Bengkulu, Novan.

"Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka LMM (Lilly Martiani Maddari)," kata Jubir KPK Febri Diansyah, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Kemudian, KPK juga memanggil karyawan PT Rio Putra Selatan, Haris Taufan Tura dan Syahrul Anwar selaku karyawan swasta. "Dua saksi ini dimintai keterangan tersangka RM (Ridwan Mukti)," ujar Febri.

Kuat dugaan semua saksi ini bakal dimintai keterangan seputar suap yang diterima oleh pasangan suami istri ini. Sebab, saksi yang dipanggil lantaran diduga mengetahui dan melihat ataupun terlibat langsung perkara ini.

Sebelumnya, KPK sudah memeriksa puluhan pejabat di Bengkulu berkaitan dengan kasus suap ini. Pemeriksaan dilakukan oleh KPK di Mapolda Bengkulu, diantaranya mantan Plt Sekda, Kabid Bina Marga dan Rico Madari selaku adik ipar Ridwan Mukti.

KPK menetapkan Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti dan istrinya, Lilly Madari sebagai tersangka penerima suap atau janji terkait proyek peningkatan jalan pada provinsi tersebut.

Selain itu, KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni pengusaha Rico Diansari dan Dirut PT Statika Mitra Sarana (SMS), Jhony Wijaya sebagai tersangka. Diduga pemberian uang tersebut terkait dengan fee proyek yang dimenangkan oleh PT SMS.[ris]

Komentar

 
x