Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 10:43 WIB

Ini Metode Pencarian Jamaah Haji yang Hilang

Oleh : - | Selasa, 1 Agustus 2017 | 09:49 WIB
Ini Metode Pencarian Jamaah Haji yang Hilang
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Madinah - WA Center Kantor Urusan Haji berbunyi menandai adanya pesan yang masuk. Setelah dicek, pesan itu berupa laporan kehilangan tas tentangan jamaah saat turun pesawat. Dilaporkan juga bahwa isi tas tersebut adalah uang senilai sekitar Rp 40 juta.

"Info laporan ini kemudian disebarkan ke group bandara, berikut penjelasan tentang ciri-ciri tas. Selang 3 jam, tas sudah ditemukan dan isinya masih utuh," kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ahmad Dumyathi Basori sebagaimana dilansir kemenag.go.id, Selasa (1/8/2017)

Selain itu, Dumyathi mengatakan peristiwa tentang ditemukannya jamaah lansia yang lupa arah jalan pulang. Laporan masuk WA Center dari seseorang bernama Cece. Dia menginformasikan telah menemukan seorang nenek di jalan yang tidak tahu jalan kembali ke hotel.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas Sistem Informasi dan Komunikasi PPIH (Siskoppih). Kepada pelapor, petugas meminta detail keterangan terkait lokasi keberadaan nenek dan persoalannya.

Berbekal informasi tentang lokasi, Siskoppih langsung mencari petugas pendukung PPIH di lapangan sekitar Masjid Nabawi yang terpantau dari layar tracking Siskoppih.

Muncullah nama Junaidi lengkap dengan foto diri. Foto Junaidi yang muncul di layar monitor Siskoppih itu di-capture dan langsung dikirim kepada yang bersangkutan untuk menindaklanjuti permasalahan.

"Junaidi Rosidi Syamsuddin awalnya akan menuju masjid untuk salat. Setelah menerima perintah, dia pun langsung bergerak menindaklanjutinya," ujar Dumyathi.

Junaidi bergerak ke lokasi sang Nenek ditemukan sebagaimana info pelapor. Setelah menemukan, Junaidi mengantarnya ke hotel tempat menginap dan mempertemukan dengan rombongannya.

"Semua pergerakan Junaidi dalam menindaklanjuti arahan ini terpantau dalam monitor Siskoppih," katanya.

Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah telah merilis call center, serta SMS dan WA center untuk penyelenggaraan ibadah haji 1438H/2017M. Untuk nomor call center adalah 9200 1 3210, sedang SMS dan Wa Center adalah 050 35000 17.

Dumyati mengatakan kedua nomor tersebut diharapkan dapat menjadi media komunikasi antara jemaah dengan petugas bila ada kebutuhan layanan. Begitu juga bagi orang lain saat mengetahui keberadaan jemaah yang membutuhkan layanan.

"Kita akan standby 24 jam selama musim haji," jelas dia.

Menurutnya, cara kerja call center, SMS dan WA Center, serta Siskoppih ini dikendalikan dari Kantor Urusan Haji Jeddah sebagai markas kendali seluruh daerah kerja, baik Daker Makkah, Madinah, maupun Bandara. Proses penerimaaan aduan, tindak lanjut, konfirmasi, dan distribusi perintah ke petugas di lapangan semua Daker dilakukan dari pusat komando.

"Namun, di setiap Daker dipasang juga layar monitor untuk mengetahui sebaran petugas yang ada di wilayahnya masing masing," katanya.

Dumyathi menilai pola kerja Siskoppih dan call center yang terintegrasi seperti ini sangat efektif dan efisien. Sebab, petugas lapangan yang berada di lokasi terdekat bisa langsung diarahkan untuk memberikan bantuan atau menindaklanjuti aduan.

"Dengan demikian, tidak perlu mengirim orang dari kantor Daker," tandasnya.[beritajatim.com]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x