Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 09:54 WIB

Kisah Jamaah Haji yang Terpisah di Imigrasi

Oleh : - | Selasa, 1 Agustus 2017 | 08:59 WIB
Kisah Jamaah Haji yang Terpisah di Imigrasi
Endang Badri memeluk istrinya di Masjid Nabawi - (Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Madinah - Istri mana yang tidak khawatir manakala terpisah sementara dengan suami di negeri yang baru dikunjungi. Itulah yang dialami pasangan suami-istri jamaah asal Subang, Jawa Barat, yang tergabung dalam kloter 8 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 08).

Terpisah selama kurang lebih sepuluh jam, sang istri langsung memeluk suaminya, Endang Badri saat bertemu di pelataran Masjid Nabawi, Senin (31/7/2017) petang.

Seakan tak mau lepas, pelukan itu pun berlangsung cukup lama. Sambil terisak tangis, kedua lengan sang istri dikalungkan ke leher suaminya. Sementara, Endang tampak berusaha menenangkan dengan mengusap-usap punggung istrinya.

Kisah terpisah sementara ini bermula dari tertahannya Endang pada proses imigrasi bandara karena masalah visa. Rombongan JKS 8 sebenarnya tiba di Bandara AMAA Madinah pada pukul 07.05 waktu Arab Saudi (WAS).

Sedangkan, istri Endang bersama rombongan lainnya lolos dan bisa langsung menuju pemondokan. Pria asal Subang ini justru tertahan.

Kepala Daker Makkah, Arsyad Hidayat menganalisa kalau masalah ini bermula dari kekeliruan proses entry nomor paspor. Menurutnya, ada kemiripan nomor paspor Endang dengan jamaah lain bernama Kasino Djunaidi.

"Kemungkinan ini terjadi karena ada kekeliruan saat melakukan entri data. Dengan banyaknya jamaah, kekeliruan ini dimungkinkan terjadi. Untung kita bisa menemukan dua data jamaah ini, sehingga masalah ini bisa diselesaikan," katanya seperti dilansir kemenag.go.id.

Menurut dia, nomor visa paspor Endang dianggap sudah dipakai oleh orang lain sehingga dilakukan pengecekan oleh petugas. Kalau nomor paspor Endang 6465769, nomor paspor Kasino 6465169.

"Nomor visanya sudah dipakai orang lain. Setelah kami lacak ke imigrasi, nomor visanya memang dipakai jamaah haji lain yang saat ini sudah di pemondokan," ujarnya.

Arsyad menambahkan penyelesaian masalah ini tidak terlepas dari respon cepat Tim Daker Bandara Madinah. Mereka berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Siskohat dan Subdit Dokumen Haji Jakarta, Imigrasi, dan panitia haji di level sektor.

Sekitar pukul 17.30 WAS, katanya, jamaah tersebut akhirnya bebas dari urusan Imigrasi di Madinah. Sampai Senin sore, sebanyak 21.089 jemaah sudah tiba di Madinah. Mereka tergabung dalam 52 kloter yang diberangkatkan dari Tanah Air sejak 28 Juli 2017.[beritajatim.com]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x